Logo Header Antaranews Sumbar

Nato Berharap Buka Pusat Pelatihan di Georgia Akhir 2015

Sabtu, 31 Januari 2015 05:47 WIB
Image Print

Tbilisi, (Antara/Reuters) - NATO Jumat mengatakan pihaknya berharap untuk membuka pusat pelatihan di Georgia pada akhir tahun ini, menandakan penguatan hubungan dengan bekas Republik Soviet yang cenderung memusuhi Rusia itu. Pemerintah Georgia telah lama berharap untuk bergabung dengan aliansi militer tersebut. Tetapi Rusia, yang berperang pada 2008 dengan Georgia menyangkut dua wilayah yang didukung Moskow yang memisahkan diri, mengatakan langkah tersebut akan mengancam keamanan. Kremlin bulan lalu menuduh NATO mengubah bekas negara Soviet yang lain, Ukraina, menjadi "garis depan konfrontasi", di tengah-tengah kebuntuan terburuk antara Moskow dan Barat sejak Perang Dingin. Wakil Sekretaris Jenderal NATO Alexander Vershbow mengatakanpusat pelatihan baru akan dibentuk sebagai bagian dari paketlangkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Georgia yang disepakati pada KTT September. "Kami berharap bahwa hal itu dapat beroperasi pada akhir tahun ini," Vershbow mengatakan kepada wartawan di ibu kota Georgia, Tbilisi. NATO telah setuju pada prinsipnya bahwa Georgia satu hari harus menjadi anggota aliansi. Namun para analis mengatakan proses tersebut telah tertunda oleh keengganan negara-negara anggota untuk lebih memprovokasi Rusia. Vershbow mengatakan, Georgia bergerak maju di jalan menujukeanggotaan tetapi menolak untuk memberi jadwal. NATO yang meningkatkan kehadiran militernya di Eropa Timur tahun lalu, mengatakan ia telah memiliki bukti bahwa Rusia mendukung dan mempersenjatai pemberontakan pro-Rusia di Ukraina timur yang diikuti aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Crimia Ukraina danmenggulingkan seorang presiden yang didukung Kremlin di Kiev. Moskow membantah mendukung pemberontakan. tersebut Georgia, satu negara Kaukasus Selatan yang dilintasi jaringan pipa yang membawa minyak dan gas Kaspia dari Azerbaijan ke Eropa, telah mengirimkan pasukannya untuk mendukung misi NATO di Afghanistan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026