Logo Header Antaranews Sumbar

Napi: Serasa Tinggal di Rumah Sendiri

Senin, 28 Desember 2009 09:24 WIB
Image Print
LP Terbuka Kelas II B Pasaman di Jorong Suka Menanti Nagari Aur Kuning Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Tidak dikelilingi dengan tembok yang tinggi serta tanpa pengawalan yang super ketat bagi taha

Layaknya sebuah daerah perkampungan, LP Terbuka Kelas II B Pasaman yang terletak di JorongSuka Menanti Nagari Aur Kuning Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) berbeda dengan LPkebanyakan. Tidak dikelilingi dengan tembok yang tinggi serta tanpa pengawalan yang superketat bagi tahanan dan para pengunjung.Hamparan rerumputan yang luas menyambut kedatangan antara-sumbar.com saat memasukii daerah yang berjarak sekitar enam kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten Pasbar Simpangempat arah Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Jika selama ini LP selalu dibayangkan dengan tempat penyiksaan para tahanan dengan penjagaan yang ketat. LP terbuka ternyata malah seperti kawasan perkampungan yang dikelilingi lahan perkebunan dan pertanian.Senin (21/12) siang yang begitu menyengat dengan angin yang berhembus kencang membawa antara-sumbar.com berkunjung untuk melihat satu-satunya LP terbuka yang ada di Sumatera ini. Disambut dengan senyum dan ramah para petugas mempersilahkan untuk masuk tanpa uang pungutan yang selama ini identikjika mau memasuki sebuah LP.Beginilah kondisi LP terbuka dengan luas lahan sekitar 20 hektar dan saat ini dihuni oleh empat orangtahanan karena eberapa orang sudah bebas,"kata Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman, Sudirwan.Dikatakannya, LP terbuka ini sudah beroperasi sejak tahun 2002 yang berbeda dengan LP kebanyakan. Dia menuturkan kegiatan para tahanan pun jauh berbeda dengan LP tertutup.Diatas tanah 20 hektar ini para tahanan diberi bimbingan pertanian yang langsungdipraktekkan. Tidak saja diberikan lahan untuk bnerusaha, para tahanan yang pada umumnyaterlibat kasus pembunuhan juga diberi kebebasan yang tidak mengekang.Kami ingin merubah konsep pembinaan terhadap para tahanan yang selama ini identik dengan kekerasan. Disini mereka kita ajarkan untuk bertani yang hasilnya dapat dinimati langsung tiap bulannya Rp 150.000 setiap napinya dari hasil pertanian tersebut,ujarnya.Sejak tahn lalau, konsep produktif dengan menanam tanaman jagung, kacang, ikan lele serta peternakan dikembangkan di LP terbuka Pasaman. Dengan melakukan penanaman tanaman yang produktif maka para tahanan tidak hanya mendapatkan pembinaan mental tetapi juga pembinaan yang produktif."Para tahanan juga manusia yang suatu saat tentu memiliki kealfan dalam perbiuatannya. Untuk itu pembinaan dengan kekerasan sudah tidak wajar dilakukan kepada para tahanan.Salah satu usaha untuk mengatasi permasalahan kekerasan di LP adalah dengan mengurangi kapasitasLP yang sudah over capatyty dengan menyebar tahanan pada LP yang ada di daerah. Pendekatan dengan penuh kekeluargaan adalah solusi yang tepat untuk mengurangi kerusuhan di LP. Selain itu, pembinaan yang bersifat produktif perlu dilakukan sebelum mereka terjun ketengah masyarakat,terangnya.Amrin (53) salah seorang tahanan menceritakan suka dukanya menjalani hukuman pada Lapas terbuka. Amrin yang sudah dua tahun menjalani hukuman di Lapas terbuka karena terlibat kasus pembunuhan menyatakan sangat senang dan terbantu telah dipindahkan dan dibina ke Lapas Terbuka. "Serasa dirumah sendiri karena kita diberi kebebasan dalam lokasi lapas yang luas ini. Selain dapat bercocok tanam dan menghasilkan uang, rumah tahanan seperti rumah sendiri karena dilengkapai dengan tempat tidur, fasilitas yang lumayan untuk memasak dan dapat menonton televisi,"kata bapak tiga orang anak ini.Dikatakannya, setelah menjalani hukuman di lapas terbuka selama dua tahun dirinya tidak pernah dihukum atau diperlakukan semena-mena oleh petugas. Dengan pergaulan seperti keluarga sendiri dan bekerja dan meninkmati hasil bercocok tanam secara bersama-sama."Dengan kebebasan itu, kami para tahanan tidak ada niat sedikit pun untuk melarikan diri karena telah erasa bersalah dan menjalani hukuman yang diberikan,"kata bapak yang berasal dari Tiku ini.Para tahanan diberi kebebasan dan jika ingin pergi kepasar diperbolehkan dengan dikawal oleh petugas. Di Lapas terbuka jauh dari kekerasan dari para petugas, selain itu para tahanan tidak tinggal dalam sel tapi disediakan rumah atau barak dengan fasilitas yang lumayan lengkap. (*/wij)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026