Logo Header Antaranews Sumbar

Pilkada Gemuk

Rabu, 21 April 2010 07:16 WIB
Image Print

Helat demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), mulai memasuki tahap akhir. Jika selama ini, masyarakat Sumbar menunggu dengan harap-harap cemas, siapa saja yang akan bertarung pada perebutan kursi BA 1 di daerah masing-masing. Sekarang, dengan telah didaftarkannya para kandidat oleh masing-masing partai politik, maka tahapan pilkada semakin mendekati ujung.Kalau sebelumnya masyarakat "dipaksa" menunggu lahirnya nama yang diusung partai politik, gabungan partai politik serta kandidat dari jalur independen, maka sekarang, parpol juga berhasil membuat masyarakat ternganga.Bagaimana tidak, dengan "hanya" 13 kabupaten/kota yang menghelat pesta demokrasi lima tahunan ditambah pilkada gubernur, ternyata yang muncul ke permukaan adalah 73 pasangan calon. Atau rata-rata tiap daerah yang menggelar pilkada, mengapung 5,2 pasangan calon.Dengan kata lain, Pilkada di Ranahminang menjadi Pilkada yang gemuk dengan jumlah peserta. Sekarang timbul pertanyaan, sejauh mana pasangan calon yang telah "menetas" dari rahim partai politik itu bisa "menjual" programnya kepada masyarakat.Banyaknya pasangan calon yang muncul, tentu akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih kepala daerah yang benar-benar sesuai dengan selera.Namun di sisi lain, ramainya peserta, akan membuat cost politik yang harus dikeluarkan negara semakin mahal. Ini belum termasuk kerawanan sosial yang ditimbulkan oleh kandidat dan tim sukses mereka.Pilihan, pada akhirnya kembali kepada selera publik. Namun sebelum masyarakat menentukan pilihan, ada baiknya, kalau Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu lebih selektif dalam menentukan pasangan mana yang akan melenggang pada Pilkada bersangkutan.Jika nantinya, telah ditetapkan pasangan calon yang bisa berkompetisi melalui mekanisme dan penilaian yang fair, diharapkan kualitas demokrasi di Sumatera Barat akan semakin baik.KPU sebagai penyelenggara Pemilu atau dalam hal ini menjadi wasit demokrasi, harus bisa memberikan garansi kepada masyarakat kalau pasangan calon yang akan ditetapkan telah sesuai dengan ketentuan yang berlakuMasyarakat Sumbar selaku penentu bagi kandidat yang menang, tentu tak bangga dengan banyaknya nama yang muncul. Akan lebih bagus rasanya, muncul kandidat yang kompeten, berkualitas, jujur dan memiliki keinginan untuk mengabdi yang tulus.Masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan, Solok Selatan, Solok, Dharmasraya, Sijunjung, Tanahdatar, Limapuluh Kota, Padangpariaman, Agam, Pasaman dan Pasaman Barat serta warga di Kota Solok, Kota Bukittinggi dan warga Sumbar untuk pemilihan gubernur, tentu telah memiliki kriteria sendiri terhadap kandidat yang mereka usung.Jika memakai tag line sebuah produk iklan yang berbunyi, selamat tinggal kegemukan, maka sudah saatnya publik Sumbar terutama yang sudah memiliki hak pilih pun sepakat untuk mengatakan good by untuk pilkada gemuk yang akan segera memasuki tahap akhir.(***)