Logo Header Antaranews Sumbar

Dua sekolah rusak dampak bencana hidrometeorologi di Agam selesai dibangun

Selasa, 18 Agustus 2026 14:02 WIB
Image Print
Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam

Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat dua dari 49 unit sekolah terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025, sudah selesai dibangun.

"Bobot pekerjaan dua unit sekolah ini sudah 100 persen atau selesai dibangun," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri di Lubuk Basung, Selasa.

Ia mengatakan dua unit sekolah yakni SDN 19 Koto Tinggi Kecamatan Tanjung Raya dengan dana Rp67,24 juta dan SDN 19 Pasir Tinggi Kecamatan Ampek Nagari dengan dana Rp284.92 juta.

"Dua sekolah ini dibangun dengan program revitalisasi dan dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026," katanya.

Ia menambahkan total sekolah yang terdampak bencana di Agam sebanyak 49 unit dengan dana Rp29,61 miliar bersumber dari revitalisasi sekolah terdampak bencana melalui program bantuan pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Rp25,04 miliar dan dana Transfer Ke Daerah (TKD) Rp4,57 miliar.

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam

Dana revitalisasi sebesar Rp25,04 miliar digunakan untuk perbaikan 35 unit sekolah dengan rincian Taman Kanak-kanak (TK) 11 unit dengan dana Rp6,78 miliar, Sekolah Dasar (SD) 15 unit dengan dana Rp8,15 miliar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lima unit Rp10,10 miliar.

Sedangkan dana TKD sebesar Rp4,57 miliar untuk 11 unit sekolah yakni, TK sebanyak tiga unit dengan dana Rp1,63 miliar untuk pembangunan TK Cahaya Mecca Kecamatan Tanjung Mutiara Rp775,20 juta, TK Aisyiyah Kecamatan Tanjung Raya Rp343,96 juta dan TK Al Hidayah Kecamatan Palupuh Rp518,51 juta

Lalu SD empat unit dengan dana Rp3,43 miliar dengan rincian pembangunan toilet, kantor dan RKB SadN 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya Rp2,38 miliar, pembangunan DAM SDN 10 Angge Palimbatan Kecamatan Palupuh, Pembangunan DAM SDN 07 Sigiran Kecamatan Malalak Rp113,17 juta dan pembangunan toilet SDN 01 Campago Kecamatan Malalak Rp130 juta.

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam

Selain itu SMP empat unit dengan dana Rp982,12 juta dengan rincian pembangunan DAM SMPN 2 Tanjung Raya Rp375 juta, pembangunan DAM SMPN 4 Tanjung Raya Rp370 juta, pembangunan DAM SMPN 4 Palupuh Rp186 juta dan pembangunan pagar SMPN 1 Ampek Nagari Rp51,12 juta.

"Masing-masing sekolah dengan alokasi dana terkecil Rp51,12 juta dan terbesar Rp2,38 miliar," katanya.

Ia menambahkan 35 unit sekolah yang diperbaiki menggunakan dana revitalisasi sedang berjalan dengan progres dari 40-95 persen.

Sementara perbaikan menggunakan TKD sedang penyusunan dokumen perencanaan.

"Dalam waktu dekat pekerjaan bakal dimulai dan berharap selesai sesuai dengan kontrak kerja," katanya.

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam

Program revitalisasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Keberadaan gedung sekolah yang layak menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pembelajaran dan kenyamanan peserta didik.

"Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan," katanya.

Program revitalisasi satuan pendidikan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan pengawalan dari Pemerintah Kabupaten Agam, diharapkan seluruh sekolah penerima bantuan dapat segera digunakan kembali sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung secara optimal.

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026