
PARIWARA 2 TAHUN KEPEMIMPINAN BUPATI MUZNI ZAKARIA DAN WAKIL BUPATI ABDUL RAHMAN

Kepemimpinan Ir Muzni Zakaria dan Drs Abdul Rahman, SH, MH sebagai pasangan kepala daerah Kabupaten Solok Selatan periode 2010-2015 pada tahun genap berusia dua tahun. Dalam umur yang masih dibilang "seumur jagung", namun niat dan tekad yang ikhlas dan tulus mengabdikan diri bagi masyarakat Solok Selatan secara perlahan bisa memperlihatkan hasilnya.Di bidang pertanian dan peternakan, Solok Selatan kembali mampu meningkatkan produksi beras di atas 6 persen dengan hasil diterimanya penghargaan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) tahun 2010 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan diserahkan di Jakarta, Rabu (18/7).Penghargaan P2BN sendiri diserahkan langsung oleh Presiden kepada Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, diperoleh diperolah Solok Selatan karena kabupaten itu berhasil meningkatkan produksi beras 6,2 persen pada tahun 2010 dari tahun 2009.Sebagai upaya mempertahankan daerah itu sebagai salah satu sentra beras di Sumbar, dengan bantuan dari APBN, pemkab setempat pada tahun 2010 mencetak sawah seluas 100 hektare dan tahun 2011 cetak sawah baru seluas 30 hektare, tahun 2012 akan dicetak sawah baru seluas 50 hektare lahan dan terus menganggarakan anggaran untuk mengembangkan pertanian di daerah itu.Pasangan Muzni Zakaria dan Abdul Rahman juga konsisten dalam mengembangkan peternakan sapi dalam upaya swasembada daging mengingat potensi yang dimiliki daerah itu cukup mendukung pengembangan peternakan sapi. Pada tahun ini Solok Selatan mendapat anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp3 miliar lebih untuk mendukung pengembangan peternakan sapi di daerah itu.Kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Jambi, juga ini memiliki potensi panas bumi (geothermal) untuk energi listrik. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Liki Pinang Awan yang dilaksanakan PT Supreme Energy Muaralabuh masuk dalam percepatan 10.000 mega watt tahap II.Nilai investasi pengembangan panas bumi pun tak tanggung-tanggung, yakni Rp6 triliun lebih. Menurut Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, nilai investasi panas bumi di kabupaten yang mekar pada tahun 2004 dari Kabupaten Solok ini merupakan tertinggi di provinsi tersebut saat ini.Dalam bidang kesehatanan, Pemkab Solok Selatan terus menganggarkan pembiayaan Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah. Dengan pengalokasian ini, masyarakat miskin yang mendapat pengobatan gratis mulai dari tingkat Polindes hingga pengobatan di rumah sakit umum setempat. Pada tahun 2012, Solok Selatan mendapat jatah perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan target selesai pada akhir Desember 2012.Target perekaman e-KTP yang diberikan pusat setelah validasi data pada Agustus adalah 81.277 jiwa, sementara realisasinya hingga sudah mencapai 81.564 jiwa atau 100,35 persen.Berdasarkan data Disdukcapil hingga Senin (24/9) pukul 14.30 WIB, realisasi rekam data KTP elektronik per kecamatan, yaitu Sangir 20.454 jiwa, Sungai Pagu 17.649 jiwa, Koto Parik Gadang Diateh 12.997 jiwa, Pauah Duo 9.295 jiwa, Sangir Jujuan 7.488 jiwa, Sangir Balai Janggo 7.129 jiwa dan Sangir Batanghari 6.552 jiwa.Sementara pada infrastruktur, pada tahun ini Pemkab Solok Selatan masih melanjutkan pembangunan pasar semi modern Padang Aro serta pembangunan pasar Muaralabuh.Selain itu juga melanjutkan pembangunan jalan tembus ke Kabupaten Dharmasraya yang sempat terbengkalai pada tahun 2011. Pasangan Muzni Zakaria dan Abdul Rahman, yang dikenal dengan "Muswarah" ini mulai membangun dan melanjutkan pembangunan perkantoran instansi pemerintah seperti, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di bekas kantor Bupati yang sempat terbakar pada 2010 lalu. (*)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
