Logo Header Antaranews Sumbar

Suir Syam-Edwin, Hujan Prestasi di Kota Serambi Mekah

Senin, 13 Desember 2010 13:43 WIB
Image Print

Sebuah kota tidaklah lahir dengan sendirinya, melainkan tumbuh melalui proses sejarah yang panjang. Lahirnya kota-kota di Indonesia pada umumnya terbentuk secara alamiah dan jarang direncanakan sebelumnya. Kota-kota di Indonesia sebelum kedatangan bangsa Barat hanyalah merupakan gugusan perumahan tanpa aturan dan tanpa rencana tata kota. Hal ini terjadi karena kota, pada waktu itu hanya berfungsi sebagai tempat dagang dan kadangkala sebagai tempat pemukiman sementara atau musiman. Hanya kota sebagai pusat pemerintahan atau kerajaan saja yang bersifat permanen.Kota Padang Panjang nan bertajuk Kota Serambi Mekah salah satunya. Kota Padang Panjang sebagai salah satu daerah Tingkat II di Sumatera Barat yang beriklim sejuk dengan luas 23 km2, membentang 100020 100030 Bujur Timur dan 0027 0032 Lintang Selatan. Wilayahnya berada di sekitar Gunung Merapi, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikat. Daerah ini adalah dataran tinggi bergelombang yang memiliki ketinggian antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan cukup tinggi. Suhu udara maksimum mencapai 26,10C dan minimum 21,80C.Dari segi iklim Kota Padang Panjang terletak pada dataran tinggi yang menyebabkan daerah ini beriklim sejuk, dan memiliki curah hujan yang cukup tinggi rata-rata 3.573 mm pada tahun 2002, dengan jumlah hari hujan sebanyak 233 hari dimana intensitas tertinggi dicapai pada bulan Desember.Kota Padang Panjang terdiri dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Padang Panjang Barat dan Kecamatan Padang Panjang Timur, masing-masing mempunyai 8 Kelurahan sebagai berikut :Kecamatan Padang Panjang Barat : luas 575 ha dan Kecamatan Padang Panjang Timur : luas 1.325 ha.Kilas balik menyoal Hari Jadi Kota Padang Panjang (HJK-PP) sebelum tahun 2004 diperingati setiap tanggal 23 Maret. Hal ini didasari oleh tanggal pengundangan Undang-undang Nomor 8 tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Kecil dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah. Namun, ternyata masih banyak masyarakat / warga Kota Padangpanjang yang belum dapat menerima atau mengakui Hari Jadi dimaksud. Hal ini disebabkan karena dalam sejarah perkembangannya, Padang Panjang sebetulnya sudah ada sejak beberapa ratus tahun yang lalu.Pemko Padang Panjang membentuk Badan Kajian Sejarah dan Perjuangan Bangsa (BKSPB), tahun 2002, ditetapkan dengan Keputusan Walikota Nomor 227/2002. Tugasnya antara lain meninjau dan mengkaji ulang HJK-PP berdasarkan sejarah atau historis dan perkembangan yang telah ada beberapa ratus tahun yang lalu.Hasil kajian BKSPB HJK-PP dimaksud sesuai dengan tahapannya telah disempurnakan melalui seminar sehari, 12 Maret 2003, dihadiri Tim Penulis BKSPB, anggota DPRD, pejabat dinas/instansi serta tokoh masyarakat. Pada saat itu disepakati penetapan HJK-PP adalah tanggal 1 Desember 1790 dan untuk pertama kalinya diperingati pada tanggal 1 Desember 2004 dan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.Untuk lebih menguatkan legalitas atau dasar hukumnya, HJK-PP 1 Desember 1790 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 17 Tahun 2004 tentang Penetapan Hari Jadi Kota Padang Panjang.Konsistensi duet H. Suir Syam - H.Edwin untuk menganggali potensi dan mengangkat perekonomian yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat adalah komitmen yang tidak ada tawar menawarnya. Empat pilar yang diusung dalam visi dan misinya: Sektor Pendidikan, Perekonomian, Kesehatan dan Pemerintahan yang bersih serta berwibawa.Sektor pendidikan yang dicanangkan adalah Wajar 12 tahun berlanjut hingga sekarang. Prestasi yang sangat berkelas adalah tahun ini adalah juara I Cerdas Cermat SLTA Tingkat Nasional di bidang UUD45 bulan September. Meraih 3 medali perunggu, OSN (Orientasi Siswa Nasional) oleh SMA 1 Padang Panjang dan 1 medali perak tingkat SLTP oleh SMP 5, kemudian meraih medali emas pada Festifal Lomba Seni Sastra Nasional (FLS2N).Perekonomian yang cukup in adalah Padang Panjang sebagai sentra industri kulit terbesar di wilayah Sumatera atau nomor dua setelah Pulau Jawa, industri wisata Minangkabau Fantasi, bidang kesehatan dengan berdirinya rumah sakit terus berkemas menjadi standar internasional. Program sebangun dan konstruktif itu dengan keberpihakan kepada masyarakat berupa asuransi kesehatan bagi masyarakat Padang Panjang. Kemudian menciptakan pemerintahan yang bersih serta berwibawa dengan konsep pelayanan yang prima, pemberantasan bentuk KKN dan menempatkan personil sesuai dengan profesionalitas.Khusus sektor kesehatan dengan rumah sakit dalam proses menuju standar internasional makin menggeliat dan memantapkan langkah, sejumlah kerjama dengan hospital di mancanegara, salah satunya Malaysia, Singapura Tangan dingin sang dokter Suir Syam telah jauh melakukan lompatan demi lompatan, ia meraba rumah sakit berkelas negara maju untuk menjalin kemitraan. Agaknya, sang nahkoda telah merapat ke mancanegara untuk mengusung Kota Padang Panjang. Ujung-ujungnya tentu bakal mensejahterakan rakyatnya! Sehingganya, orang bagadincik pincik dan bahondoh pondoh berkunjung ke kota Serambi Mekah ini.Kota bertajuk Serambi Mekah ini didaulat pemerintah pusat sebagai tuan rumah memeperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tingkat nasional dan WHO menganugrahkan No Tobaco Award pada Mei 2010. Masih diajang pentas nasional bidang kebersihan kota juga disabet pada Juli tahun ini.Menyoal tata tertib lalu lintas dan angkutan jalan raya maka berujung pada piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kali ke 7 kembali diraih hingga kota ini secara berturut-turut meraih penghargaan reward dalam bentuk piala. Keberhasilan bidang ini mengisayarkatkan pada kepempemimpinan Suir Syam sebagai Walikota pada tahun ke 2 pada perode kali kedua.Nan monumental di penghujung tahun ini, Suir Syam sosok dikenal gila ide telah berupaya menjadikan Padang Panjang menuju kota sehat dengan melarang beredarnya iklan rokok dan munculnya Perda Kawasan Tertib Rokok dan bebas asap rokok hingga Menteri Kesehatan menganugrahi Penghargaan Piala Karya Bhakti Husada, lantas disaat bersamaan menyusul pula Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Hj. Ellyawarni Suir Syam menerima penhargaan berupa piala Manggala Bhakti Husada. Keberhasilan nyonya Suir Syam ini dilatari atas dukungannya terhadap kebijakan walikota yaitu dengan memberikan penghargaan kepada kepala keluarga (KK) yang telah berhenti merokok. Komnas HAM juga memberikan reward atas upaya Suir Syam memberikan perlindungan terhadap anak atas bahaya rokok, kemudian Askes Award dan Margareth Chan Award dari WHO.Usai gelar sidang paripurna DPRD HJK-PP, Kota Padang Panjang dihujani prestasi lagi, Suir Syam menginjakkan kaki lagi ke istana Negara menjambangi Presiden RI guna menerima penghargaan berupa Piala Ketahanan Pangan. Suir Syam merupakan satu-satunya kepala daerah di Indonesia menerima penghargaan yang diserahkan langsung Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat, (3/12). Penghargaan ini diperoleh Suir Syam, berkat usaha dan kepeduliannya pada sektor dalam meningkatkan ketahanan pangan di Padang Panjang. Upaya itu antara lain, terkait adanya Perda ketahanan pangan melalui Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang Panjang yang dikepalai oleh Rusli,SP. Hingga kini menurut catatan statistik, Masyarakat Padang Panjang telah mengurangi konsumsi beras 1,5 persen pertahunnya.Menurut Suir Syam, bentangan lahan pertanian di Kota Padang Panjang mencapai 690 hektar yang digarap oleh 90 kelompok tani,diantaranya 210 hektar telah menggunakan pupuk organik sehingga panen ketiga pada akhir tahunnya telah mencapai delapan ton yang sebelumnya hanya 4.2 ton saja.Seiring waktu akan dilanjutkan agar semua lahan yang ada menggunakan pupuk organi. Pencanangan Kota Padang Panjang yang merupakan satu-satunya daerah di Indonesia sebagai Kota Organik sejak tahun 2009 yang diresmikan oleh Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi semakin menampakkan hasil,sebagai bukti Suir Syam berbuah penghargaan.Ragam prestasi yang diraih duet kepemimpinan Walikota Suir Syam dan Edwin memperoleh apresiasi dari Gubernur Sumbar, Prof. Irwan Prayitno pada acara Rapat paripurna DPRD Kota PadangPanjang dalam rangka memeperingati Hari Jadi Kota Padang Panjang ke 220, Rabu 1 Desember 2010.Tentunya penunggang BA1 N dan BA 5 N plat merah Padang Panjang ini akan mengukir sejarah baru dalam frame kesuksesan menuju tiga tahun ke depan. Sebab sejarah sukses yang cukup heroik telah bertengger di bahu kedua petinggi itu melalui Pilkada beberapa waktu lalu.Kemenangan pasangan ini begitu fenomenal dengan meraup suara mencapai 80,5 persen dan kesuksesan ini menjadi buah bibir di pentas politik skala nasional. Reputasi Padang Panjang Kota Serambi Mekah kian berkibar di panggung kejayaan dan membahana keseantero tanah air. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026