
Indonesia Kutuk Aksi Penembakan di Prancis

Jakarta, (Antara) - Pemerintah Indonesia mengutuk serangan oleh sekelompok orang bersenjata terhadap bangunan dan karyawan mingguan Charlie Hebdo di Paris, Prancis, yang menewaskan 12 orang. Keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, menyatakan Pemerintah Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat Prancis, khususnya terhadap keluarga para korban. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tindak kekerasan apapun tidak dapat dibenarkan. Pemerintah Indonesia mendukung upaya Pemerintah Prancis menangkap dan mengadili para pelaku. Dalam Pidato Tahunan Menteri Luar Negeri di Kompleks Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menyatakan Indonesia mengecam tindakan penyerangan bersenjata tersebut. "Indonesia mengecam insiden penembakan pada redaksi Majalah Charlie Hebdo di Paris," ujar Menlu Retno sebelum membuka acara tersebut. Tidak ada WNI Dari hasil koordinasi dengan KBRI Paris, tidak ada korban warga negara Indonesia dalam tragedi tersebut. Namun, Pemerintah Indonesia mengimbau warga negara Indonesia yang berada di Prancis untuk dapat menghindari tempat-tempat keramaian dan menghubungi perwakilan Indonesia (KBRI Paris dan KJRI Marseille) di wilayah masing-masing jika membutuhkan bantuan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik para pelajar maupun turis Indonesia yang sedang berlibur di Paris, Prancis agar meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa berhati-hati. "KBRI Prancis juga minta orang tua agar senantiasa memantau keberadaan anak-anaknya," ujar Atase Politik KBRI Paris Arifi Saiman kepada Antara (7/1). Arifi Saiman mengatakan ia juga telah melakukan komunikasi dengan polisi Paris untuk mencari tahu apa ada korban dari kalangan WNI. "Alhamdulillah tidak ada korban dari WNI," ujarnya. Buru Pelaku Penembakan Arifi menambahkan Pemerintah Prancis telah menetapkan situasi siaga/waspada keamanan Alerte Attentat (tingkat tertinggi) untuk Wilayah Ile-de-France. Kepolisian Prancis melakukan perburuan besar-besaran untuk melacak dua penyerang yang melarikan diri dengan mobil setelah menembak mati para kartunis ternama Prancis dan dua petugas polisi. Polisi menyebarkan edaran untuk dua pria yang terkait pembunuhan dalam serangan di kantor Charlie Hebdo, diantaranya bernama Said Kouachi, lahir pada 1980 dan Cherif Kouachi lahir pada 1982, keduanya berasal dari Paris serta tersangka lain Hamyd Mourad, kelahiran 1996. Identitas ketiga pelaku ini dapat diketahui oleh pihak kepolisian karena kartu identitas salah satu penyerang itu tercecer di pintu keluar mobil. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
