
Indonesia Kutuk Serangan Bom di Yaman

Jakarta, (Antara) - Pemerintah Republik Indonesia mengutuk serangan bom bunuh diri di pusat kota Sanaa, Yaman, Rabu (7/1), yang menewaskan 37 orang dan melukai puluhan lainnya. "Indonesia mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di kota Sanaa sekaligus menyampaikan simpati yang mendalam kepada pemerintah Yaman dan keluarga korban atas terjadinya peristiwa tersebut," tulis siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kepada Antara, Kamis. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sanaa, menurut keterangan resmi dari Kemenlu, menyatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban atas serangan itu setelah melakukan koordinasi dengan aparat setempat maupun komunitas warga Indonesia. Pemerintah Indonesia juga mengimbau seluruh WNI yang tinggal maupun hendak pergi ke Yaman agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari keramaian. KBRI pun membuka layanan telepon untuk seluruh warga Indonesia yang memerlukan informasi di nomor +(967)735 179 246 atas nama Akbar Maulana. Serangan bom ini sendiri, seperti dikutip dari Reuters, terjadi pada hari Rabu (7/1) pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat dan bersumber dari sebuah bus yang di parkir dekat sekolah tinggi kepolisian di Ibu Kota Yaman, Sanaa. Para korban dalam kejadian tersebut adalah mahasiswa, para pendaftar sekolah tinggi, serta masyarakat yang kebetulan sedang melintas. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun, dikutip Reuters dari pejabat keamanan Yaman, pelaku pemboman tersebut disinyalir merupakan bagian dari kelompok bersenjata Al Qaeda. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
