
BPS Pasaman Barat Lakukan Sensus Pertanian 2013

Simpang Ampek, Sumbar, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar pada 2013 akan melakukan sensus petanian secara menyeluruh dengan mendatangi rumah tangga sasaran. "Sekitar bulan Mei 2013 nanti kita akan melakukan sensus khusus pertanian secara menyeluruh. Sebab, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat," kata Kepala BPS Pasaman Barat, Chardiman di Simpang Ampek, Senin. Dia mengatakan, sektor pertanian dengan sub sektor perkebunan merupakan sektor penyumbang terbesar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dari 7,10 persen naik menjadi 7,12 persen," katanya. Dia menjelaskan, salah satu penyebab tingginya pertumbuhan di sektor pertanian adalah produksi pertanian dan perkebunan meningkat. Selain itu, pembukaan lahan-lahan baru, peningkatan mutu benih tanaman, peningkatan sarana-prasarana yang lebih baik dan kualitas sumber daya manusia yang mulai membaik. "Sensus ini kita lakukan untuk menggambarkan pertumbuhan pertanian pada 2012,"kata dia. Lebih jauh dia katakan, ekonomi Pasaman Barat mengalami pertumbuhan 0,3 persen dari 6,39 persen naik menjadi 6,42 persen pada 2011. "Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2012 baru akan kita data pada 2013 nanti,"kata dia. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Jika pada tahun 2010 lalu hanya 6,39 persen maka pda 2011 naik menjadi 6,42 persen. Selain sektor pertanian, jelasnya, sektor yang mengalami pertumbuhan diantaranya sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dari 5,89 persen naik menjadi 5,96 persen, sektor listrik, gas dan air bersih dari 5,64 menjadi 5,72 persen serta sektor industri pengolahan dari 5,51 menjadi 5,54 persen. Sedangkan sektor yang melambat adalah sektor pengangkutan dan komunikasi dari 5,83 menjadi 5,75 persen, sektor bangunan dari 6,61 menjadi 6,60 persen dan sektor jasa dari 4,51 menjadi 4,50 persen. Dia menambahkan, kontribusi atau sumbangan masing-masing sektor ekonomi terhadap PDRB masih didominasi oleh sektor pertanian dan sub perkebunan dari 31,69 menjadi 31,79 persen. "Kontribusi ini dipengaruhi oleh produksi dan harga sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak dipengaruhi oleh harga. Secara umum pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat terus berkembang dan tumbuh,"kata dia. (*/aml/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
