Logo Header Antaranews Sumbar

Protes Menentang PM Irak Memblokir Jalan Raya

Minggu, 23 Desember 2012 21:11 WIB
Image Print

Ramadi, Irak (ANTARA/AFP) - Sekitar 2.000 demonstran Irak, yang menuntut penggulingan Perdana Menteri Nuri al-Maliki, pada Ahad memblokir jalan raya di Irak barat menuju Suriah dan Jordania, kata seorang koresponden AFP. Para pengunjuk rasa, termasuk para pejabat lokal, agamawan dan pemimpin suku, berkumpul di Ramadi, ibu kota Provinsi Sunni Anbar, untuk menunjukkan penentangan mereka terhadap penangkapan sembilan pengawal Menteri Keuangan Rafa al-Essawi. Penangkapan mereka atas tuduhan terorisme telah memicu seruan dari Essawi untuk Maliki agar menghentikan atau memecatnya. "Kita berkumpul hari ini bukan untuk Essawi dan pengawalnya, tetapi untuk mengubah pemerintah sektarian ini dan untuk menggulingkan pemerintah Maliki," kata anggota dewan perwakilan Provinsi Anbar Hikmat Iyada kepada para pengunjuk rasa. Sebuah surat dari Sheikh Abdul Malek al-Saadi, seorang ulama Sunni terkemuka di Anbar, dibacakan pada protes di mana ia menyerukan kaum Syiah di pemerintah agar menghormati pejabat Sunni, dan minoritas penduduk Sunni di Irak. Maliki juga dikutuk dalam satu pernyataan terpisah yang dikeluarkan oleh buronan wakil presiden Sunni, Tareq al-Hashemi, yang memuji demonstrasi. "Maliki adalah tawanan pikiran yang sakit, terobsesi dengan kekuasaan," kata Hashemi, yang telah dijatuhi hukuman mati secara in absentia untuk tuduhan-tuduhan kerasnya yang dinilai bermotif politik. "Dunia Islam dan Arab melihat dia sekarang sebagai sponsor dari proyek Safawi (Iran) di Irak." Hashemi juga menyerukan untuk tidak percaya pada perdana menteri, dan menuduh Maliki bertujuan "untuk menyingkirkan lawan-lawannya". Ketegangan sektarian masih signifikan di Irak, yang mengalami beberapa tahun kekerasan brutal di mana puluhan ribu orang tewasdan banyak orang dipaksa untuk keluar dari rumah mereka. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026