
Militer Pakistan Klaim Bunuh 32 Gerilyawan

Peshawar, Pakistan, (Antara/Reuters) - Tentara Pakistanmengatakan telah menewaskan 59 gerilyawan dalam bentrokan di barat laut, termasuk 32 dalam penyergapan di satu lembah terpencil dekat perbatasan Afghanistan, dalam pertempuran intensif sejak pembantaian Taliban terhadap anak-anak di sekolah pekan ini. Serangan itu terjadi semalam di barat laut Lembah Tirah di lembaga Khyber, salah satu rute penyelundupan utama untuk senjata dan pemberontak yang menyeberang antara Afghanistan dan Pakistan. "Pasukan keamanan menyerang kelompok yang bergerak ... kabur meninggalkan mayat teroris dan kaki-tangan mereka," kata pihak militer dalam satu pernyataan. Tidak ada verifikasi independen dari bentrokan itu. Pihak militer juga mengatakan Kamis, bahwa 17 militan tewas dalam serangan udara di Khyber dan 10 dalam pertempuran darat. Tentara berjuang menyerang terhadap pemberontak Taliban Pakistan di Khyber serta wilayah Waziristan Utara, yang juga di perbatasan Afghanistan. Tetapi laju operasi-operasi telah dilakukan sejak penyerang bunuh diri Taliban Pakistan menewaskan 131 anak-anak sekolah, sembilan guru dan seorang tentara di satu sekolah tinggi yang dikelola militer di kota barat laut Peshawar, Selasa. Serangan itu adalah serangan militan yang paling mematikan yang pernah pernah terjadi Pakistan. Cuplikan dari anak-anak ketakutan dan ruang kelas terendamdarah telah menimbulkan gelombang amarah di negara yang sebagian besar terbiasa dengan kekerasan sehari-hari itu. Taliban Pakistan, yang bersekutu tetapi terpisah dari Taliban Afghanistan, mengatakan serangan sekolah tersebut balas dendam atas ofensif terhadap mereka dan mereka menuduh militer membunuhi warga sipil di daerah-daerah terpencil di mana wartawan dilarang pergi. Banyak gerilyawan Pakistan telah mengungsi dari serangan lintas perbatasan di daerah tanpa hukum di Afghanistan, tetapi mereka telah diserang di sana juga, khususnya oleh rudal-rudal yang ditembakkan oleh pesawat nirawak AS. Dalam serangan terbaru, dua gerilyawan tewas pada Jumat, tak jauh dari perbatasan lembah Tirah, kata seorang pejabat Afghanistan dan militant. Sejak serangan sekolah, pemerintah telah berjanji bahwa Pakistan tidak akan membedakan antara militan yang berbeda faksi, mencoba untuk menarik garis selama bertahun-tahun dukungan dari beberapa kelompok yang dipandang berguna dalam konfrontasi Pakistan dengan India, dan dalam mencapai tujuan Pakistan di Afghanistan. Pemerintah juga telah mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan satu moratorium tak resmi mengenai hukuman mati. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
