
Pasaman Barat Terpilih Jadi Kawasan Pengembangan Sapi

Simpang Ampek, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, ditetapkan sebagai kawasan pengembangan ternak sapi potong bali oleh pemerintah pusat. "Saat ini masih dalam pembinaan provinsi karena pemerintah pusat melihat potensi ternak sapi bali cukup tinggi dan perlu untuk dikembangkan," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat Edrizal didampingi Kepala Bidang Peternakan, Alfian, di Simpang Ampek, Rabu. Pihaknya saat ini telah membentuk 24 kelompok tani di tiga kecamatan untuk terus dibina menjadi sentra ternak sapi potong bali. Kelompok itu berada di Kecamatan Kinali tujuh kelompok, Luhak Nan Duo 15 kelompok, dan Pasaman dua kelompok. "Hingga saat ini, populasi secara keseluruhan bibit sapi bali mencapai 1.377 ekor dengan induk 881 ekor," katanya. Ia menyebutkan Pasaman Barat terpilih menjadi daerah pengembangan ternak sapi potong bali bersama lima kabupaten lainnya di Indonesia, yakni Kabupaten Siak, Lampung Selatan, Kebumen, Barito Kuala, dan Barru. "Kawasan pembibitan sapi itu pada intinya adalah petani melakukan pembibitan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Keabsahan bibit jelas dengan sertifikat nantinya sehingga akan memengaruhi harga," ujarnya. Ia menjelaskan bibit sapi bali yang ada di Pasaman Barat telah diteliti oleh pemerintah pusat dan dinyatakan layak untuk dikembangkan. "Intinya pembibitan yang dilakukan dengan standarisasi yang jelas. Mulai dari kelahiran sapi semuanya dicatat sehingga jelas bibit yang dihasilkan dapat berkualitas," katanya. Alfian mengatakan misi yang akan dicapai adalah mewujudkan petani yang profesional dalam beragribisnis, mewujudkan optimalisasi pemanfaatan lahan, sumber daya lokal dan teknologi dengan menjaga kelestarian lingkungan, serta mewujudkan kawaaan sentra produksi pertanian dan peternakan. Pihaknya membuat kebijakan, di antaranya peningkatan kesehatan ternak, peningkatan hasil produksi ternak dan pendapatan peternak, serta peningkatan peluang pemasaran hasil peternakan. "Program utamanya adalah pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, peningkatan produksi hasil peternakan dan peningkatan pemasaran hasil produksi," ujarnya. Ia menjelaskan terpilihnya Pasaman Barat sebagai daerah pengembangan sapi potong bali, salah satunya adanya pendukung ketersediaan pakan ternak. Selain itu, tersedianya kebun HMT seluas 152 hektare, padang pengembalaan seluas 1.510 hektare, rumput alam di lahan sawit seluas 176.464 hektare, pelepah daun sawit 22.145 hektare, dan padi sawah seluas 22.145 hektare. Selain itu, lahan padi ladang seluas 4.163 hektare, tanaman jagung seluas 42.630 hektare, dan lahan kacang tanah seluas 1.638 hektare. "Jika nanti sudah ditetapkan maka di tiga kecamatan tadi akan diarahkan lebih fokus menjadi kawasan yang akan dijadikan wilayah sumber bibit sapi bali. Saat ini kita terus dibina oleh pihak provinsi," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
