Logo Header Antaranews Sumbar

Sekutu AS akan Kirim 1.500 Personil Keamanan ke Irak

Selasa, 9 Desember 2014 12:39 WIB
Image Print

Kuwait City, (Antara/AFP) - Sekutu-sekutu Amerika Serikat siap mengirim sekitar 1.500 personil keamanan ke Irak untuk membantu pemerintah Baghdad memerangi kelompok garis keras, kata komandan Amerika Serikat yang menangani ikhwal perang, Senin. Tindakan itu mencerminkan operasi internasional yang luas terhadap kelompok IS (Negara Islam) di Suriah dan Irak, dan setelah keputusan Washington untuk melipatgandakan jumlah kekuatan militernya menjadi 3.100 personil. Para anggota koalisi yang dipimpin AS melakukan pertemuan pekan lalu di wilayah itu sepakat akan mengirim sekitar 1.500 tentara ke Irak untuk melatih dan membantu tentara negara itu, selain tentara AS yang telah dikerahkan, kata Letjen James Terry kepada wartawan di Kuwait City. Jenderal AS itu tidak menyebut nama negara-negara dari koalisi itu yang akan memberikan personil keamanan atau berapa jumlah mereka. Terry mengatakan ia didorong oleh hasil-hasil pertemuan para utusan koalisi 2-3 Desember, dengan sekutu-sekutu akan mengirim para pelatih. "Apabila anda kini mulai untuk menyeimbangi kemampuan-kemampuan yang berbeda dalam koalisi, saya kira kita harus mengingkatkan dengan baik dalam hal kemampuan di lapangan," kata Terry kepada wartawan yang ikut bersama Menteri Pertahanan Chuck Hagel. Tetapi rincian sumbangan pasukan itu sedang dibicarakan. "Kami masih merundingkan mengenai masalah itu," katanya. "Saya ingin memberikan mereka waktu untuk kembali ke ibu-ibu kota negara mereka dan membicarakan masalah itu." Koalisi dari negara-negara Barat dan Arab dibentuk setelah para anggota kelompok garis keras IS merebut daerah-daerah luas Irak utara dan mengumumkan satu kekhalifahan di daerah-daerah negara itu dan Suriah. Ada sekitar 1.500 tentara AS di Irak yang membantu keamanan bagi kedutaan AS dan memberikan nasehat kepada tentara pemerintah Baghdad dan pasukan Kurdi. Bulan lalu Presiden Barack Obama menyetujui pengiriman 1.500 tentara lagi untuk memberikan pelatihan dan nasehat di negara itu. Terry, yang mengawasi perang terhadap kelompok IS, mengatakan kemampuan pasukan keamanan Irak terus meningkat tetapi masih memerlukan beberapa bulan untuk melancarkan operasi berskala luas yang dapat melumpuhkan kelompok garis keras itu. Sementara itu kelompok IS menghadapi serangan udara setiap hari dari pesawat-pesawat AS dan koalisi yang telah membatasi mobilitas para petempur itu dan menghancurkan pangkalan-pangkalan mereka di Suriah, kata Terry. Para gerilyawan itu kini "bertahan, berusaha mempertahankan daerah yang yang telah mereka rebut tetapi masih mampu melancarkan serangan-serangan terbatas dari sana." Keberhasilan mereka di medan tempur terhenti di beberapa daerah, termasuk di Provinsi Anbar, katanya. Pesawat-pesawat tempur AS dan sekutu tetap melancarkan pengeboman akhir pekan lalu, dengan 15 serangan di Suriah dan 31 di Irak sejak jumat, kata militer AS dalam satu pernyataan. Setelah lebih dari 1.200 serangan udara terhadap kelompok garis keras itu di Irak dan Suriah sejak 8 Agustus, IS "mulai merasakan tekanan itu," kata Terry. Pernyataan-pernyataan jenderal itu mengulangi komentar-komentar Chuck Hagel sebelumnya yang mengatakan pasukan pemerintah Irak terus meningkatkan serangan mereka terhadap IS. Dukungan serangan udara dan lainnya dari koalisi pimpinan AS "memiliki dampak yang memungxinkan pasukan keamanan Irak merebut kembali beberapa daerah," kata Hagel dalam kunjungan ke satu pangkalan AS di Kuwait. Hagel mengemukakan kepada wartawan dalam kunjungan ke Kamp Buehring, sekitar 40km dari perbatasan Irak. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026