
FARC dan Pemerintah Kolombia Lanjutkan Perundingan Perdamaian

Havana, (Antara/AFP) - FARC dan pemerintah Kolombia Rabu sepakat untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian yang terhenti selama penculikan seorang jenderal militer, menurut Kuba dan Norwegia, kedua negara yang membantu melaksanakan proses ini. Putaran berikutnya pembicaraan akan berlangsung di Kuba dari 10-17 Desember, "dengan tujuan memajukan isu de-eskalasi konflik," kata pejabat Kuba, Jose Luis Ponce, dalam satu pernyataan. Dimulainya kembali pembicaraan itu bergantung pada gerilyawan sayap kiri Kolombia FARC membebaskan seorang jenderal tentara dan tawanan lainnya yang telah diculik sebulan lalu. Jenderal dan dua orang yang ditangkap dibebaskan Minggu. Para pejabat telah bertemu dalam pertemuan tertutup di Havana sejak Selasa untuk mencari cara-cara menghidupkan kembali proses perdamaian. Pembicaraan yang dimulai pada November 2012 di Havana, berusaha mengakhiri konflik internal 50 tahun Kolombia yang telah menyebabkan 220.000 kematian dan sekitar 5,3 juta orang mengungsi. Perundingan-perundingan telah menghasilkan keberhasilan parsial, termasuk perjanjian mengenai pembangunan pedesaan, perang melawan perdagangan narkoba dan partisipasi pejuang gerilya dalam kehidupan politik. Namun pembicaraan-pembicaraan terganggu di tengah pembahasan isu kompleks reparasi bagi korban. Prioritas berikutnya dalam agenda adalah pelucutan senjata. Permintaan FARC adalah gencatan senjata bilateral, yang Presiden Kolombia Juan Manuel Santos telah berulang kali tolak dengan alasan bahwa gerilyawan akan menggunakannya untuk berhimpun kembali, dan menarik keluar untuk perang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
