Logo Header Antaranews Sumbar

Belanda Tahan Tiga Pria Bergabung Gerilyawan di Suriah

Rabu, 26 November 2014 08:55 WIB
Image Print

Amsterdam, (Antara/Reuters) - Pemerintah Belanda menahantiga orang atas tuduhan merencanakan serangan dan berusaha untuk bergabung dengan kelompok gerilyawan yang berafiliasi dengan Al Qaida, Front Al-Nusra di Suriah, kata jaksa Selasa. Pemerintah Eropa dan pasukan keamanan khawatir bahwaribuan sukarelawan Barat yang melakukan perjalanan ke Suriah dan Irakuntuk bergabung dengan kelompok gerilyawan dan dapat kembali melakukan serangan di dalam negeri. Front Al-Nusra telah berperang melawan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad serta terhadap militan saingan dari Negara Islam (IS). Kelompok garis keras yang baru-baru ini diserbu oleh serangan udara AS. Ketiga orang, berusia 26-30-an, "dicurigai terorisme. Mereka diyakini telah terlibat dalam mempersiapkan kejahatan teroris dan ingin bergabung dengan Jabhat al Nusra," kata pernyataan para jaksa. Salah satu tersangka baru saja kembali dari Suriah dan telah mendirikan hubungan dengan kelompok itu, sementara yang lain dicurigai memberikan dukungan keuangan. Sekitar 120 warga negara Belanda diyakini telah bergabungkelompok Islam garis keras dan berjuang di Suriah. Penangkapan Belanda dilakukan beberapa bulan penyelidikanyang dibantu oleh dinas intelijen nasional, kata pernyataan. Rumah tersangka digerebek pada 30 Oktober dan komputer,telepon serta paspornya disita. Pemerintah Belanda sedang melakukan sekitar 30 penyelidikan pidana nasional yang melibatkan sekitar 60 orang yang diduga terlibatdalam merekrut para pejuang untuk konflik di Timur Tengah. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026