Logo Header Antaranews Sumbar

Jalan Evakuasi Tsunami Maligi Terputus

Selasa, 25 November 2014 10:26 WIB
Image Print

Simpang Ampek, (Antara) - Jalan leter T dan jalan jalur evakuasi tsunami menuju Jorong Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) putus total akibat tertimbun lumpur luapan banjir di daerah itu. "Jalan yang tertimbun ada sekitar empat kilometer menuju Maligi. Akibatnya kendaraan roda empat tidak bisa melalui jalan itu,"kata Kepala Jorong (lurah) Maligi, Alfajri di Simpang Ampek, Selasa. Ia mengatakan terputusnya jalan tersebut mengakibatkan warga yang menggunakan kendaraan roda empat tidak bisa menuju Maligi atau ke Simpang Ampek. Bahkan, akibatnya hasil pertanian dan perkebunan petani juga tidak bisa dijual keluar Maligi. Kerugian ditaksir ratusan juta dari petani karena tidak bisa membawa hasil kelapa sawit dari daerah itu. "Tinggi lumpur dijalan itu mencapai paha orang dewasa. Bahkan air juga menutupi sebagian jalan karena banyaknya lubang-lubang besar,"ujarnya. Selain itu, jalan evakuasi tsunami atau jalan desa menuju Maligi juga rusak akibat banjir. Sekitar tiga kilometer jalan itu rusak dan tidak bisa ditempuh. "Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tsunami tentunya akan sangat susah untuk mengevakuasi warga,"katanya. Pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menindaklanjuti jalan yang putus total ini. Selain itu, pihaknya berharap agar perusahaan PT Gersindo Minang Plantation (GMP) juga ikut membantu dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan lumpur tersebut. "Lokasi jalan itu ada dekat perusahaan dan tentunya perusahaan harus turun tangan. Jangan lepas tangan saja. Jika dibiarkan sekitar 2.000 kepala keluarga atau 7.000 jiwa warga Maligi akan terancam dan akses ke Maligi akan terputus," tegasnya. Ia sudah melaporkan kepada PT Gersindo terkait persoalan jalan ini. Namun, pihak perusahaan tidak juga menurunkan alat berat. "Jika ini dibiarkan tentu tidak saja petani dan masyarakat yang dirugikan tetapi juga pihak perusahaan tidak bisa membawa hasil kebun kelapa sawit keluar,"ujarnya. Sementara itu, PT GMP, Renaldi saat di konfirmasi mengatakan belum mendapatkan laporan terkait jalan yang tertimbun lumpur tersebut. "Kita akan tindaklanjuti permintaan warga Maligi mengenai alat berat. Kita akan melaporkan ini terlebih dahulu kepimpinan,"katanya singkat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026