
Menlu Hillary Belum Bisa Lakukan Kunjungan dalam Beberapa Pekan

Washington, (ANTARA/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, yang selama ini merupakan diplomat tingkat tinggi yang paling banyak bepergian, untuk beberapa pekan ini terpaksa harus beristirahat karena kondisi kesehatan yang sedang tidak memungkinkan, kata ajudan utamanya. "Karena kondisi kesehatannya, para dokter menganjurkan agar ibu menteri tidak dulu berpergian dengan pesawat untuk beberapa minggu mendatang," kata ajudan Hillary, Philippe Reines, dalam sebuah pernyataan. "Dengan demikian kami tidak merencanakan untuk bepergian ke manapun sepanjang pertengahan Januari." Kabar itu akan menjadi pukulan bagi Hillary, yang telah berpergian sejauh hampir sejuta mil sejak ia mulai mengemban tugas sebagai menteri luar negeri empat tahun lalu dan telah mengunjungi 112 negara serta menghabiskan waktu 400 hari di dalam pesawat. Hillary (65 tahun) jatuh sakit sejak awal Desember setelah ia terkena virus perut yang parah saat melakukan kunjungan lima hari ke Eropa. Setelah itu, ia terpaksa membatalkan lawatannya ke Afrika dan Abu Dhabi karena sakit. Dokter-dokter yang merawat Hillary mengatakan pada akhir pekan kemarin bahwa Hillary menderita dehidrasi karena efek virus di perutnya dan jatuh pingsan, dan kemudian mengalami gegar otak. Para dokter menganjurkan Hillary beristirahat di rumah pada minggu ke dua serta cuti bekerja, kendati ia terus melakukan kontak dengan stafnya melalui telpon dan surat elektronik minggu ini. Pada Selasa, juru bicara Departemen Luar Negeri, Victoria Nuland, membantah anggapan "yang sangat tidak benar" dari pihak-pihak yang melontarkan kritik bahwa Hillary pura-pura sakit supaya tidak harus memberikan kesaksian kepada para anggota parlemen AS pekan ini. "Ibu menteri sebelumnya sudah bersiap-siap untuk memberikan kesaksian," tegas Nuland, namun, tambahnya, "beliau masih sakit." Hillary dijadwalkan akan turun dari jabatannya sebagai menteri luar negeri pada awal tahun 2013. Senator veteran John Kerry disebut-sebut sebagai calon kuat untuk menggantikannya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
