
IS Klaim Penggal Kepala Warga Amerika Serikat

Beirut, (Antara/AFP) - Kelompok Negara Islam (IS), Minggu, mengeluarkan sebuah video pemenggalan kepala terhadap seorang petugas kemanusiaan Amerika Serikat, Peter Kassig, sebagai peringatan bagi Washington yang sedang bersiap-siap mengirimkan lebih banyak tentara ke Irak. Video yang sama juga memperlihatkan pemenggalan kepala mengerikan yang dilakukan secara bersamaan terhadap 18 pria, yang digambarkan sebagai personel militer Suriah. Pemenggalan itu merupakan satu rangkaian terbaru pembunuhan massal dan kekejaman-kekejaman lainnya yang dilancarkan IS di Suriah dan Irak. Washington mengatakan pihaknya sedang berupaya memastikan keaslian video, yang mengundang kecaman luas itu. "Jika benar, kami sangat terkejut dengan terjadinya pembunuhan brutal terhadap petugas kemanusiaan Amerika itu dan kami menyampaikan rasa duka cita yang paling dalam kepada keluarga dan rekan-rekannya," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Bernadette Mehan. Dalam video yang tidak diberi tanggal tersebut, seorang pria yang tampaknya merupakan jihadis sama dengan logat Inggris yang memenggal kepala para sandera warga negara Barat, sambil berdiri memegang sebuah kepala yang sudah dipenggal. "Ini Peter Edward Kassig, seorang warga negara Amerika Serikat," kata pengeksekusi yang mengenakan penutup muka berwarna hitam itu sehingga mendorong Presiden AS Barack Obama untuk mengirimkan lebih banyak tentara kembali ke wilayah itu untuk menghadapi IS. "Di sini kami mengubur tentara salib pertama Amerika di Dabiq, tak sabar menunggu sisa tentara kalian tiba," kata para milisi, dengan mengacu Dabiq sebagai sebuah kota di Suriah utara. Keluarga Kassig mengatakan mereka menunggu kepastian resmi soal tewasnya mantan tentara AS itu, yang mengorbankan hidupnya untuk memberikan bantuan medis dan bantuan bagi mereka yang menderita karena perang saudara Suriah. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
