
PHE Optimistis Produksi Migas Lampaui Target

Jakarta, (Antara) - PT Pertamina Hulu Energi optimistis produksi minyak dan gas bumi pada 2014 bakal melampaui target yang ditetapkan. Dirut PHE I Tenny Wibowo di Jakarta, Kamis mengatakan, saat ini, produksi minyak mencapai 70.500 barel per hari dan gas 513 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau total 159.100 barel setara minyak per hari. "Sampai akhir tahun, angka itu diperkirakan tetap atau berarti 101 persen dari target produksi migas yang ditetapkan," katanya. Menurut dia, produksi minyak sampai akhir 2014 kemungkinan di bawah target, sementara gas bakal di atas prognosa. Namun, secara keseluruhan, produksi migas 2014 akan di atas target. Pada 2014, PHE menargetkan produksi minyak 73.000 barel per hari dan gas 490 MMSCFD atau migas 157,52 ribu barel setara minyak per hari. Tenny mengatakan, kendala produksi antara lain cuaca ekstrem pada awal 2014, sehingga produksi Pertamina PetroChina East Java (PPEJ), Jatim sempat terhenti selama 2-3 minggu. "Akibat faktor cuaca tersebut, meski kini produksi PPEJ sudah normal, namun secara keseluruhan tidak bisa terkejar sampai akhir tahun," katanya. Sementara, lanjutnya, pada 2015, produksi minyak ditargetkan 73.500 barel per hari dan gas 575 MMSCFD. Menurut dia, pada 2015, tambahan produksi antara lain berasal dari Blok Senoro Toili, Sulawesi Tengah berupa gas 250-300 MMSCFD dan kondensat 5.000-6.000 barel per hari. "Dengan tambahan Senoro, maka produksi gas optimistis di atas 575 MMSCFD," katanya. Pada 2015, PHE mengalokasikan belanja modal sekitar satu miliar dolar AS dan operasi satu miliar dolar. "Jadi, rata-rata kami keluarkan dua miliar dolar per tahun," ujarnya. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Dirut Pertamina M Husen mengatakan, pihaknya menargetkan produksi migas pada 2015 mengalami kenaikan sekitar sembilan persen dibandingkan prognosa 2014 sekitar 550.000 barel setara minyak per hari. Kenaikan produksi tersebut berasal baik dari lapangan baru, optimalisasi lapangan eksisting, dan akuisisi. Peningkatan produksi diharapkan juga berasal dari akuisisi 30 persen kepemilikan aset anak perusahaan migas asal AS, Murphy Oil Corporation yang beroperasi di lepas pantai Malaysia yakni Murphy Sabah Oil Co Ltd dan Murphy Sarawak Oil Co Ltd. Target 2014 sebesar 550.000 barel setara minyak per hari tersebut terdiri atas minyak 280.000 barel dan gas 270.000 barel (1.568 juta kaki kubik per hari/MMSCFD). Sementara, produksi migas Pertamina sampai Oktober 2014 tercatat 540.000 barel setara minyak per hari dan menjadi terbesar di Indonesia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
