
PBB Tekankan Pentingnya Peningkatan Kesehatan Anak

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - PBB pada Senin (17/11) menggelar peringatan Hari Prematur Dunia, dan menekankan bahwa rumitnya kelahiran pradini mengalahkan semua penyebab lain sebagai pembunuh nomor satu anak kecil di dunia. "Pada Hari Prematur Dunia, saya mendesak semua mitra agar mengakui sangat pentingnya untuk menangani pradini saat kita berjuang meningkatkan kesehatan anak dan perempuan," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di dalam satu pesan pada Hari itu. "Meningkatkan pusat perhatian kita pada kondisi prematur akan mempertahankan kelangsungan hidup anak, mempercepat kemajuan ke arah Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs), dan membantu meletakkan landasar untuk mengakhiri semua kematian yang dapat dicegah pada perempuan dan anak-anak sampai 2030." MDGs adalah sejumlah sasaran anti-kemiskinan yang ditetapkan untuk dicapai pada tenggat 2015. Hari Prematur Dunia diperingati pada 17 November setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran mengenai kelahiran pradini dan keprihatinan pada bayi pradinia dan keluarga mereka di seluruh dunia. Sebanyak 15 juta bayi dilahirkan pradini setiap tahun, sekitar satu dari 10 dari semua bayi yang dilahirkan secara global. Hari kesadaran internasional pertama bagi kelahiran pradinia diciptakan oleh organisasi induk Eropa pada 2008. Hari itu telah diperingti sebagai Hari Prematur Dunia sejak 2011. Kelompok orang tua, keluarga, profesional kesehatan, politisi, rumah sakit, organisasi dan pemegang saham lain terlibat dalam pengamatan kelahiran pradini saat ini, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Sementara itu, aksi media, acara lokal dan kegiatan lain dilaporkan diselenggarakan di tingkat lokal, regional, nasional atau internasional untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat. Pada 2013, Hari Prematur Dunia diperingati di lebih dari 60 negara. Hari Prematur Dunia adalah bagian dari gagasan Sekretaris Jenderal PBB mengenai "Every Woman Every Child", yang diciptakan untuk mendahului Sasaran Milenium 4 dan kematian ibu sebanyak dua-pertiga dan tiga-perempat. "Menambahkan keberhasilan gerakan Every Woman Every Child, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan semua mitra telah mengerjakan dua pendekatan pelengkap: Every Newborn Action Plan, yang dipimpin oleh WHO dan UNICEF (Dana Anak PBB) dan disahkan oleh 194 negara di Sidang Majelis Kesehatan Dunia tahun ini, dan Ending Preventable Maternal Mortality," kata Flavia Bustreo, Asisten Direktur Jenderal WHO Urusan Kesehatan Anak, Perempuan dan Keluarga. Kedua program tersebut telah menyampaikan strategi dan menetapkan sasaran guna meningkatkan kesehatan anak dan ibu pada era pasca-MDGs, kata Bustreo. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
