Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Al Shabaab Serang Kompleks Kepresidenan

Senin, 17 November 2014 07:02 WIB
Image Print

Mogadishu, (Antara/Reuters/AFP) - Para gerilyawan Al Shabaab mengatakan mereka telah meluncurkan serangan mortir di istana presiden Somalia di ibu kota Mogadishu, Minggu, tetapi juru bicara pemerintah dan polisi Somalia mengatakan tidak ada yang mendarat di dalam kompleks itu. "Kami telah menembakkan beberapa mortir pada istana presiden, dan kami akan memberikan rincian kemudian," kata Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab, kepada Reuters. Laporan-laporan AFP dari Mogadishu sebelumnya, para gerilyawan Shebab, yang terkait dengan Al Qaida di Somalia, Sabtu, melancarkan serangan ke pulau strategis di bagian selatan negara itu, menimbulkan banyak korban, kata saksi. Gerilyawan itu terlibat pertempuran seru di pulau Kudha, yang terletak di daerah otonomi Juba Hilir dan sekitar 70 kilometer baratdaya kota pelabuhan Kismayo. Pasukan keamanan mengatakan serangan gerilyawan itu agaknya serangan kovensional terbesar mereka yang mereka lakukan sejak emimpin mereka Ahmed Abdi Godane tewas akibat serangan udara Amerika Serikat September. "Pertempuran seru meletus di desa Kudha. Para petempur Shebab masuk dari dua arah dan menghalau pasukan lokal," kata Adan Isa, seorang tokoh lokal kepada AFP melalui telepon. Seorang tokoh lainnya, Abdirahman Mohamed mengatakan ada "mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan" setelah bentrokan dengan pasukan Jubaland, dan gerilyawan itu nampaknya telah mengusir pasukan lokal. Laporan-laporan media Somalia juga mengatakan gerilyawan "kini menguasai pulau Kudha-- yang berganti kekuasaan beberapa kali dalam bulan-bulan belakangan ini -- dan sekitar 70 petempur tewas. Para pejabat milter Jubaland di Kismoyo membantah bahwa pulau itu telah jatuh ke tangan gerilyawan itu. Pasukan lokal, yang didukung pasukan Kenya berperang bersama dengan pasukan AMISOM Uni Afrika, dilaporkan telah merebut pulau itu sepekan lalu. Pulau itu disebut sebagai pos penting ekspor arang ilegal, satu sumber pendapatan utama bagi Shebab. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026