
Disdik Bayarkan Honor PTT dan GTT Padang

Padang, (Antara) - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memenuhi janjinya membayarkan honor kepada ratusan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT), Selasa (28/10). Kepala Disdik Kota Padang, Indang Dewata, di Padang, Rabu, mengatakan besaran honor yang diterima para PTT dan GTT pasca penerapan program pendidikan gratis ini jauh meningkat dibandingkan ketika pendidikan di Kota Padang masih dikenakan biaya. Untuk GTT, katanya, honor yang diterima perjam pelajaran sebesar Rp40 ribu, meningkat 100 persen dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp20 ribu per jam pelajaran. Sementara PTT mendapat honor sebesar Rp1 juta per bulan. Honor tersebut mereka terima setelah menunggu selama empat bulan terakhir. Pasca penerapan program pendidikan gratis oleh Pemko Padang Juli 2014 lalu, pembayaran honor para PTT dan GTT sempat terhenti. Namun demikian, imbuhnya, Pemkot Padang tidak serta merta melupakan hak mereka. Melalui APBD Perubahan 2014, Pemkot Padang menganggarkan dana untuk membayar honor para PTT dan GTT di Kota Bingkuang ini. "Kita merasa senang dan gembira dengan telah cairnya pembayaran honor para PTT dan GTT ini. Apalagi besarannya jauh meningkat dibanding sebelumnya. Khusus untuk GTT terjadi peningkatan honor sebesar 100 persen," kata Indang. Lebih jauh dikatakannya, meski pembayaran honor tersebut sebenarnya merupakan kewajiban pihak sekolah masing-masing, namun pemerintah daerah menyadari bahwa penerapan pendidikan gratis akan berimbas pada terhentinya pemasukan sekolah dari biaya pendidikan para siswa. Itu berarti sekolah tidak akan mampu membayarkan honor GTT mereka. Terkait hal ini, Pemkot Padang akhirnya mengambil kebijakan untuk menganggarkan pembayaran honor para PTT dan GTT ini melalui APBD. Bahkan, besaran honor itu ditingkatkan dari sebelumnya. Namun demikian, Indang berharap meningkatnya besaran honor tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kinerja para PTT dan GTT. "Peningkatan ini harus diserta dengan meningkatnya semangat dan kinerja mereka melaksanakan kewajiban mengajar. Karena hal ini juga akan berimbas pada meningkatnya kualitas pendidikan di kota ini," ujarnya. Ia mengatakan sama seperti pegawai negeri sipil (PNS), para PTT dan GTT ini juga membutuhkan honor mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup serta kebutuhan keluarga. Meski sempat tidak menerima honor selama beberapa bulan, tambahnya, namun semangat kerja para PTT dan GTT di SMKN 1 tidak pernah berkurang. Dengan segala keterbatasannya, mereka tetap menunaikan tugas dan kewajiban sebagai tenaga pengajar. Sama seperti Indang, Kepala SMKN 1 Padang, Mardanus juga mengaku senang dan bahagia dengan dibayarkannya honor PTT dan GTT ini. "Saya selaku kepala sekolah beserta para PTT dan GTT di SMKN 1 mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pemkot Padang melalui Disdik Kota Padang atas telah dibayarkannya honor PTT dan GTT ini," katanya. "PTT dan GTT di sekolah ini tidak pernah mengeluh. Mereka sadar bahwa tugas utama seorang guru adalah mengabdikan diri untuk pendidikan. Karena itulah, dengan cairnya honor mereka, saya pribadi sangat bersyukur. Mewakili seluruh PTT dan GTT di sekolah ini, saya sangat berterimakasih kepada Pemko Padang melalui Disdik Kota Padang," katanya. Sabam, salah seorang guru honor mengaku terharu karena penantiannya selama empat bulan akhirnya terwujud. Menurutnya, honor yang diterima itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, serta melunasi sejumlah tagihan rutin yang sempat tertunggak. "Saya sangat bahagia dengan cairnya honor ini. Uang ini akan saya gunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga," ujarnya. (*)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
