
Mesir Berikrar akan Balas Atas Penumpahan Darah Tentaranya

Kairo, (Antara/KUNA-0ANA) - Kabinet Mesir dalam pertemuan Sabtu mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah mendesak dan cepat untuk "membalas dendam atas pertumpahan darah tentaranya." Dalam satu pernyataan, kabinet mendesak semua kekuatan politik dan partai-partai untuk bersatu dan bekerja sama untuk memenuhi tuntutan dua revolusi, 25 Januari dan 30 Juni, dan memerangi terorisme dalam segala bentuknya. Pemerintah mengatakan akan terus menyelesaikan peta-jalan negara dengan mengadakan pemilihan legislatif, mencatat pernyataan, menunjukkan serangan teroris tersebut meminta negara untuk lebih untuk membela tanah air tercinta dan memenuhi aspirasi warganya. Kabinet menginstruksikan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah yang jelas diperlukan untuk melindungi nyawa warga sipil. Pada Jumat, dua ledakan menghantam Sinai Utara, Mesir, meninggalkan sejumlah tentara tewas dan terluka. Akibatnya negara memberlakukan tiga bulan keadaan darurat di gubernuran itu. Banyak negara di seluruh dunia mengutuk keras ledakan tersebut, mengumumkan dukungan mereka kepada Kairo dalam perang melawan terorisme. Mesir telah mengalami beberapa ledakan teroris nasional terutama di Sinai sejak 2011, menewaskan dan melukai ratusan orang. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
