Logo Header Antaranews Sumbar

Militer Filipina Tindak Warga Jerman yang Menyusup Kamp

Jumat, 24 Oktober 2014 09:50 WIB
Image Print

Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pihak militer Filipina akan melakukan tindakan yang diperlukan terhadap warga negara Jerman yang menyusup area terlarang dalam kamp di mana Marinir Amerika Serikat, seorang tersangka dalam pembunuhan seorang transgender Filipina, sedang diadakan. Letnan Kolonel Harold Cabunoc, kepala kantor urusan humas Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), mengatakan Kamis, bahwa kepemimpinan militer akan mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Jerman dan Biro Imigrasi tentang kenakalan Marc Sueselbeck, tunangan Jeffrey Laude, alias Jennifer, yang diduga dibunuh oleh Marinir AS Prajurit Satu Joseph Scott Pemberton. Sueselbeck memasuki area terlarang, fasilitas Badan Pertahanan Gabungan-Badan Keamanan (MDB-SEB) di markas militer di Camp Aguinaldo, Rabu siang. Cabunoc mengatakan bahwa Sueselbeck melanggar Keputusan Presiden Nomor 1227, atau peraturan yang Menghukum Masuk secara Haram ke Setiap Pangkalan Militer di Filipina. "Kami juga ingin memastikan melalui Kedutaan Jerman identitas sebenarnya dan informasi latar belakang yang penting tentang Sueselbeck, yang kenakalannya menarik perhatian pihak berwenang Filipina," katanya, seraya menambahkan bahwa warga Jerman itu menyerang tentara Filipina yang bertugas menjaga fasilitas. Dalam hal ini harus dipahami bahwa setiap warga negara asing yang mengunjungi Filipina harus mengikuti hukum Filipina, katanya. Dia menambahkan bahwa pihak militer akan menangani kasus tersebut sesuai dan melalui saluran yang tepat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026