
Pengamat : Jokowi-JK Tuntaskan Lima Pekerjaan Rumah

Jakarta, (Antara)- Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta Pangi Sarwi Chaniago mengatakan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla sebaiknya segera menuntaskan lima "pekerjaan rumah" yang telah menunggu. Hal pertama yang harus dituntaskan adalah memastikan keutuhan Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman disintegrasi, kata Pangi Chaniago di Jakarta, Senin menanggapi pelantikan presiden RI ke-7 itu,Senin. Menurut dia, salah satu yang harus diperhatikan adalah wilayah yang ada di perbatasan terutama infrastruktur dan tingkat kesejahteraan rakyat mencegah peluang untuk lebih memilih bergabung dengan negara tetangga. Kemudian, tugas berat yang menunggu adalah menyelesaikan persoalan pada bidang energi, bahan bakar minyak (BBM) dan sektor pangan. Dalam hal ini Indonesia jangan sampai terus -menerus menjadi negara impor dan seluruh kekayaan alam benar-benar harus dimiliki dan dikuasai penuh, kata dia. Berikutnya, pasangan Jokowi-JK harus segera merealisasikan janji kampanye yang pernah disampaikan ketika kampanye serta target kerja dalam 100 hari pertama. Salah satu yang ditunggu rakyat adalah pembangunan poros maritim, alokasi anggaran satu desa Rp1 miliar, pembangunan tol laut, dukungan Palestina merdeka dan lainnya, kata dia. Selanjutnya adalah membentuk kabinet yang profesional mengingat harapan masyarakat terhadap pasangan ini cukup tinggi dan jika melakukan kesalahan dalam merekrut pembantu yang salah akan menyebabkan kekecewaan . "Jangan sampai Jokowi ditumbangkan oleh kekuatan rakyat karena tidak bisa memenuhi janji mengingat kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan rakyat," kata dia. Tidak hanya itu, Jokowi juga harus tetap membangun komunikasi politik dengan kubu pesaingnya seperti Koalisi Merah Putih agar tercipta suasana yang kondusif dan stabil. "Ini merupakan tantangan untuk merangkul semua elemen bekerja sama menggerakkan kembali roda kehidupan bangsa," kata dia. Terakhir Jokowi harus bekerja sesuai kehendak rakyat dan jangan sampai menjadi perpanjangan tangan partai yang sudah membesarkannya. "Pertarungan yang harus ditaklukkan adalah mengakomodasi kehendak elit partai dengan kehendak rakyat yang telah memilih," kata dia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
