
Presiden Bank Dunia Puji Peraih Nobel Perdamaian

Jakarta, (Antara) - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji Peraih Nobel Perdamaian 2014, Malala Yousafzai dari Pakistan dan Kailash Satyarthi dari India dalam perjuangan mereka untuk memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. "Dunia saat ini menatap kagum Malala, pemenang Hadiah Nobel berusia 17 tahun yang tidak dihentikan baik oleh ancaman maupun peluru Taliban," kata Jim Yong Kim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hal itu, ujar Jim, malah membuat dunia semakin memperhatikan keprihatinan yang disuarakan Malala Yousafzai akan pentingnya toleransi dan pendidikan bagi setiap anak. Malala, menurut Presiden Bank Dunia, telah memberikan harapan bagi seluruh anak perempuan di berbagai belahan dunia dengan pesannya untuk mendapatkan pendidikan, belajar dengan baik, dan sambut masa depan yang cemerlang. "Untuk setiap anak perempuan di mana pun mereka berada, pesan ini yang butuh mereka dengar," katanya. Sedangkan terkait dengan Kailash Satyarthi, Presiden Bank Dunia mengagumi usaha tidak kenal lelah dan berani dalam memerangi perbudakan anak sekaligus mempromosikan hak-hak yang seharusnya didapatkan anak-anak. Jim mengemukakan, lembaga Bachpan Bachao Andolan (Gerakan Selamatkan Anak) yang didirikan Satyarthi, dinilai melestarikan tradisi moral besar dari sosok besar Mahatma Gandhi. Tradisi moral tersebut, lanjutnya, adalah menggunakan protes damai untuk menarik perhatian terhadap ketidakadilan dan terus-menerus menyelamatkan kaum muda dari manipulasi dan perlakuan kejam. Presiden Bank Dunia menuturkan, kedua penerima Nobel Perdamaian tersebut memiliki kesamaan untuk memastikan anak-anak, baik lelaki maupun perempuan, untuk tidak dieksploitasi tetapi seharusnya dididik dan dihargai sebagai seorang manusia. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
