Logo Header Antaranews Sumbar

HIPMI Jaya Harapkan Ahok Perkuat Industri Kreatif

Kamis, 9 Oktober 2014 12:48 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DKI Jakarta mengharapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat memperkuat sektor industri kreatif dan jasa saat memimpin Ibu Kota. "Harapan kita Pak Ahok perkuat industri kreatif," ujar Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Hipmi Jaya Rama Datau di Jakarta, Kamis. Menurut dia, DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kreatif dan jasa, namun saat ini permasalahannya masih belum jelas peta jalan dan insentif pengembangan industri tersebut. Ia mengatakan kontribusi industri kreatif bagi perekonomian nasional sangat besar di mana pada 2013 mampu menyumbang 7,29 persen dari Produk Domestik Bruto senilai Rp486,1 triliun. "Masih besar ruang yang dapat dikembangkan di industri ini," ujarnya. Rama berpendapat, tingginya potensi pertumbuhan industri kreatif di Jakarta ditandai dengan mulai berkantornya media-media dalam jaringan dan sosial kelas dunia di Jakarta, seperti Facebook dan Google. Hipmi optimistis Ahok mampu membawa DKI Jakarta menjadi kota yang berdaya saing tinggi di industri kreatif. "Dengan profil Ahok, kita optimistis beliau mampu mengembangkan industri kreatif di DKI," katanya. Pada kesempatan sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menginginkan sektor industri kreatif tidak dipandang remeh karena pertumbuhannya terus berkontribusi baik kepada perekonomian maupun penciptaan lapangan pekerjaan. "Sekarang ini industri kreatif tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, karena ekonomi kreatif kita sudah berkembang dan terus berkembang mulai dari periklanan, industri konten sampai ke perfilman," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif Budyarto Linggowiyono. Menurut dia, untuk menangani 15 subsektor ekonomi kreatif diperlukan pemimpin yang mampu membuat kebijakan dan program yang dapat mempercepat pengembangan industri kreatif serta memiliki pengalaman yang mumpuni. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah dapat mengelompokkan beberapa subsektor ekonomi kreatif dalam suatu direktorat jenderal, sehingga dalam struktur kementerian diharapkan ada beberapa dirjen yang menangani khusus 15 subsektor ekonomi kreatif. Kadin mengusulkan sedikitnya ada empat dirjen, yakni Dirjen Film, Video, Fotografi, Televisi dan Radio, Dirjen Desain, Arsitek, Kerajinan, dan Fesyen, Dirjen Riset Pengembangan, Permainan Interaktif, Teknologi Informasi, Penerbitan dan Percetakan, serta Dirjen Seni Rupa, Seni Pertunjukan, Musik, Periklanan, dan Kuliner. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026