
Legislator: Marsetio Pantas Jadi Kasal

Jakarta, (ANTARA) - Anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura, Susaningtyas Nefo Kertopati berpendapat Laksamana Madya TNI Marsetio sudah sepantasnya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), untuk menggantikan Laksamana Soeparno yang memasuki masa pensiun. "Saya rasa sudah sepantasnya Marsetio menjadi Kasal. Prestasinya dalam pendidikan maupun karyanya di Angkatan Laut sangat bagus dan visionair," kata Anggota Komisi I DPR itu, menanggapi pelantikan Laksamana Madya TNI Marsetio sebagai Kasal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Senin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga melantik Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia sebagai Kepala Staf Angkatan Udara, yang menggantikan Marsekal TNI Imam Sufaat, di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan kedua pejabat tersebut berdasarkan Keppres 78 TNI Tahun 2012 ditandatangani pada 14 Desember 2012. Menurut Nuning, sapaan Susaningtyas Kertopati, mantan Wakasal itu banyak menggagas program pembangunan pendidikan sumber daya manusia di Angkatan Laut, sehingga perwira-perwira AL ke depan bukan saja mempunyai kemampuan tempur yang kuat, tetapi juga ilmu pengetahuan yang mumpuni. Ia pun mengapresiasi lulusan terbaik AAL tahun 1981/Adhimakayasa dan Lulusan ISC Royal Naval College di Inggris tahun 1991 itu menjadi Kasal. Marsetio dinilai Nuning selalu lulus terbaik diberbagai jenjang pendidikannya. Marsetio juga merupakan lulusan Royal dutch Navy Operation School 1986, Naval Operation Course 2002 Italia, APCSS Senior Excutive Course 2007, dan lulusan Doktor Cultural Studies UGM Yogyakarta judisium cumlaude. "Kita membutuhkan seorang pemimpin handal yang mumpuni dalam mengatur strategi "Maritime Security" seperti Pak Marsetio karena ke depan bentuk ancaman negara semakin variatif terutama ancaman keamanan maritim. Saya ucapkan selamat untuk pak Marsetio, semoga sukses dan amanah," kata Nuning. Marsetio telah mendapatkan berbagai tanda jasa bintang dan satya lencana, seperti Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratma, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Nararya, Lencana melati selaku Majelis Pembimbing Saka Bahari tingkat Nasional oleh Presiden RI. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara Jakarta dan dihadiri oleh Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua BPK, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Kasau yang diganti Marsekal TNI Imam Syufaat dan Kasal Laksamana TNI Soeparno, Jaksa Agung Basrief Arief dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Selanjutnya Kasal Laksamana TNI Soeparno dan Kasau Marsekal TNI Imam Syufaat memasuki masa pensiun. Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta sejumlah pejabat lainnya. Sementara itu, Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia sebelumnya menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI. Namun, Nuning tidak mau menanggapi lebih jauh soal pelantikan Ida Bagus Putu Dunia sebagai Kasau. "Saya kira pak Putu intelektual," tambah Nuning. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
