
QPR Hadapi Sanksi Diusir dari Football League

London, (Antara/Reuters) - Kalah 0-4 dari Manchester United sudah cukup buruk bagi Queens Park Rangers, namun hal yang lebih buruk dapat terjadi di mana mereka berpeluang bermain melawan tim-tim kecil seperti Southport, Forest Green Rovers, atau Dover Athletic pada tahun depan. Bukannya berhadapan dengan pemain yang memecahkan rekor transfer Inggris Angel di Maria di depan 75.000 penonton di Old Trafford di kancah Liga Utama Inggris, QPR berpeluang bermain di hadapan ribuan penonton di lapangan-lapangan kecil yang terpencil. Itu merupakan sanksi nyata yang dihadapi tim London barat tersebut jika mereka terdegradasi kembali ke Football League, dan gagal untuk membayar denda 40 juta pound karena menelan kerugian pada musim lalu. Pemegang saham mayoritas di klub, pemilik maskapai penerbangan Tony Fernandes, telah berkata bahwa ia akan menentang semua denda yang dijatuhkan Football League di bawah peraturan-peraturan Financial Fair Play (FFP) dan bahkan menolak untuk membayarnya. Namun jika QPR harus turun kasta - dan penampilan mereka saat melawan United menjadi bukti kemungkinan tersebut - Football League akan harus mencermati situasi keuangan mereka dan mengambil tindakan. Peringatan terhadap QPR telah diluncurkan pada pekan lalu oleh Shaun Harvey, ketua eksekutif Football League, yang bertanggung jawab untuk 72 klub di tiga divisi di bawah Liga Utama Inggris. Ia mengatakan kepada para delegasi di Pertemuan Global Soccerex di Manchester bahwa jika Rangers terdegradasi dan menolak membayar denda, yang dapat berjumlah sebesar 40 juta pound jika angka-angka keuangan mereka memperlihatkan kerugian dari musim promosi 2013/2014, QPR akan dikeluarkan dari kompetisi itu. Hal itu akan membuat mereka bermain di kompetisi strata kelima Conference, namun terdapat ironi nyata bahwa lawan QPR adalah Manchester United pada pertandingan pertama setelah pengumuman Harvey. Bagi United, sejak diambil alih oleh keluarga Glazer pada 2005, mereka telah diganggu hutang senilai ratusan juta pound - sampai sekarang masih merupakan salah satu hutang terbesar bagi merk-merk olahraga terbesar di dunia. Pada Minggu mereka memainkan bakat baru yang membuat Setan Merah harus mengeluarkan dana sekitar 157 pound di bursa transfer, termasuk untuk merekrut Di Maria yang memiliki nilai transfer 59,7 juta pound dari Real Madrid. Ia menyiksa QPR pada debutnya di Old Trafford, mencetak gol perdana dan bersama sesama pendatang baru Daley Blind, yang bernilai 14 juta pound, menjadi instrumen penting untuk membuat QPR menelan kekalahan ketiga dari empat pertandingan sejak promosi mereka.Hutang United Pada satu titik, United sempat berada dalam kondisi berhutang sebesar 700 juta pound meski angka-angka itu telah turun menjadi 342 pound menurut angka-angka keuangan yang dipublikasi pekan lalu. Untuk menetralkannya, United telah menandatangani kesepakatan dengan General Motors untuk mencantumkan logo Chevrolet pada bagian depan kaus mereka untuk tujuh musim mendatang. Meski profit United akan turun pada 12 bulan mendatang sebagai akibat dari absennya mereka di sepak bola Eropa pada musim ini, naiknya kesepakatan hak siar TV dan sponsor membantu United mencatatkan pemasukan sebesar 433 juta pound per tahun pada akhir Juni, dan profit utama sebesar 130 juta pound, keduanya merupakan angka-angka yang tercatat. Sejauh ini ketika peraturan-peraturan FFP diterapkan oleh UEFA pada tiga tahun terakhir, United berada dalam kondisi keuangan yang sehat dan meski mereka berhutang mereka tidak menelan kerugian, bahkan meski mereka harus absen dari kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Namun meski QPR memiliki Fernandes sebagai pemegang saham mayoritas, dan keluarga Mittal, yang diperkirakan memiliki kekayaan berjumlah 14 miliar pound oleh majalah Forbes, memiliki sepertiga saham klub, QPR menghadapi potensi masalah. Persepsi "kejahatan" mereka adalah merugi sebesar 65,4 juta pound saat berupaya bertahan di Liga Utama Inggris pada musim 2012/2013, sebelum menghabiskan jumlah serupa pada musim lalu untuk berupaya kembali promosi. Meski QPR belum dinyatakan bersalah, ancaman dari Harvey sudah cukup jelas, meski ia mengatakan dirinya berharap ada "resolusi" yang akan ditemukan ketika QPR kembali ke Football League. "Secara teori QPR dapat menghadapi pengusiran, namun saya berharap akan ada resolusi panjang sebelum opsi itu bahkan dipertimbangkan," ucapnya. "Namun itu tetap merupakan suatu kemungkinan." "Satu hal yang pasti bahwa sebagian besar klub di Liga Utama Inggris akan kembali menjadi klub Football League." Saat semua jargon hukum telah dibuang, peraturan-peraturan FFP secara esensial akan berakar pada dua konsep sederhana: klub-klub papan atas harus hidup menghidupi diri dengan pemasukannya dan membayar semua pengeluaran mereka. QPR tentu saja berniat untuk melakukannya dan meski Fernandes sepertinya tidak mau membayar denda, klub menghadapi tantangan yang lebih berat lagi jika ia memutuskan untuk menguji keputusan Football League. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
