
Kenaikkan Harga BBM Untungkan Pengusaha

Jakarta, (Antara) - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengemukakan di Jakarta, Selasa, bila pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), maka secara langsung akan menguntungkan para pengusaha. "Dari kenaikan harga BBM itu para pengusaha akan mendapatkan dua keuntungan dan buruh akan menjadi susah," katanya. Saat ini para pengusaha hitam terus mendesak agar pemerintah baru menaikkan harga BBM sebesar Rp3.000 per liter yang nantinya akan mengakibatkan daya beli buruh turun hingga 50 persen. Sedangkan para pengusaha akan terus mendapatkan keuntungan atas kenaikkan itu. Ada dua keuntungan untuk pengusaha di antarannya, dari pengurungan subsidi BBM tersebut mereka mendapatkan keuntungan infrastruktur. Keuntungan yang kedua, profit pengusaha tidak berkurang karena mereka akan menaikan harga barang. Akhirnya, buruh dan rakyat kecil juga yang menderita, ujarnya. Menurut Iqbal, apabila kenaikan harga BBM terus dilakukan maka KSPI akan melakukan aksi pemanasan pada (17/9) se-Jabotabek dan aksi pengerahan masa besar-besaran sebanyak 50 ribu buruh se-Indonesia pada (2/10). Selanjunya, akan melakukan aksi mogok nasional jilid III yang akan diikuti sekitar 2 juta buruh di 20 provinsi dan 150 kabupaten/kota pada akhir Oktober 2014. Aksi itu untuk menolak kenaikan harga BBM dan meminta kepada pemerintah untuk menaikkan upah minimum 2015 sebesar 30 persen. "Semoga pemerintah baru bisa lebih mengerti nasib para buruh dan kaum miskin dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat kecil," ucapnya. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
