Logo Header Antaranews Sumbar

Waspadai Kenaikkan Ganda Harga Sembako

Senin, 17 November 2014 15:08 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antara) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Riau mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai kenaikkan ganda terhadap harga bahan kebutuhan pokok akibat dari rencana penaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. "Harga BBM belum naik, namun harga berbagai jenis sembako telah lebih dulu naik dan bisa jadi ketika harga BBM naik, para pedagang kembali menaikkan harga," kata Direktur YLKI Riau Sukardi Ali Zahar kepada Antara di Pekanbaru, Senin siang. Menurut dia, pemerintah di daerah juga harus mengambil langkah-langkah pengawasan dan jangan sampai kejadian seperti ini terus bertahan hingga merugikan kalangan konsumen masyarakat secara luas. Sukardi mengatakan, kenaikkan harga BBM bersubsisi juga dipastikan akan memicu terjadinya inflasi sehingga menurunkan daya beli masyarakat. "Kalau bisa ditunda, sebaiknya pemerintah menunda rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Karena kondisi itu saat ini telah dimanfaatkan oleh sebagian kalangan yang sangat merugikan masyarakat luas," katanya. Terjadinya penimbunan BBM, kemudian sembako dan lainnya, hal demikian menurut dia sangat dimungkinkan karena ada keuntungan besar bagi sekelompok orang jika harga BBM bersubsidi bernar-benar dinaikkan dalam waktu dekat. Sebaiknya, demikian Sukardi, jika memang hendak menaikkan harga BBM bersubsidi, pemerintah harus mengambil langkah-langkah antisipasi agar masyarakat tidak mengalami kegurian berlipat ganda seperti yang terjadi saat ini. "Harga sembako telah naik, termasuk cabai yang harganya sudah di atas batas kewajaran," katanya. Seharusnya pula, lanjut kata dia, rencana kenaikkan harga BBM bersubsidi diawali dengan penataan ekonomi masyarakat, kemudian pengawasan ketat di berbagai sektor, setelah itu baru kemudian diumumkan kenaikkannya tanpa ada ruang kabar atas rencana tersebut. "Saat ini yang terjadi justru, belum ada langkah-langkah antisipasi pemerintah sudah mengumumkan tentang rencana kenaikkan harga BBM. Alhasil banyak pihak yang kemudian memanfaatkan situasi tersebut, salah satunya melakukan penimbunan yang akhirnya merugikan masyarakat luas," katanya. Hasil pantauan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai dari daging, ayam, dan sayuran termasuk cabai merah di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Riau terus meranagkak naik seiring adanya rencana penaikkan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah. Sejumlah kalangan masyarakat menengah ke bawah mengeluhkan kondisi tersebut dan berharap harga sembako dapat kembali stabil. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026