Logo Header Antaranews Sumbar

Menteri BUMN Hentikan Program E-Tollpass Obu Gagal

Kamis, 11 September 2014 13:38 WIB
Image Print
Dahlan Iskan

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan program e-toll pas On Board Unit (OBU) yang dikembangkan PT Jasa Marga dan Bank Mandiri dihentikan karena dinilai gagal dalam implementasi di lapangan. "Saya anggap program itu gagal. Saya minta dihentikan karena setelah diluncurkan selama setahun kurang mendapat respon dari masyarakat," kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Gedung Pusat PT PGN, Jakarta, Kamis. Perangkat OBU adalah perangkat transmitter yang dipasang di dalam kendaraan berfungsi memancarkan sinyal elektronik yang dibaca oleh receiver di Gerbang Tol Otomatis (GTO). Perangkat tersebut akan membuka barrier, sehingga pengguna jalan tol tidak harus membuka kaca jendela dan bisa melaju dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Program e-TollPass ini merupakan bagian upaya pemerintah untuk mengatasi kemacetan terutama di ruas tol. Dalam pengembangannya, kartu e-TollPass tersebut dirancang dapat digunakan juga untuk transaksi lainnya, seperti kartu debit, kartu pembayaran tagihan, dan untuk transportasi lainnya. Tapi kenyataannya tidak praktis, karena kartu e-Tollpass tersebut harus dicabut dan dipasang kembali pada OBU, sehingga tidak terlalu nyaman menggunakannya. Selain itu perangkat OBU juga harganyanya mahal sekitar Rp600.000 per unit, sehingga cukup memberatkan konsumen. "Belum lagi perangkat OBU yang sensitif tidak tahan terhadap cuaca panas sehingga mudah rusak," ujar Dahlan. Mantan Dirut PT PLN ini menuturkan, penerapan e-TollPass tidak semudah yang dibayangkan seperti di sejumlah negara yang memiliki sistem pendataan penduduk lebih maju. "Jadi saya instruksikan dibatalkan. Tapi sistem tol gate lainnya, yaitu e-TollCard dengan kartu yang ditempatkan di GTO masih terus dilanjutkan," ujar Dahlan. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026