
Operasi Pasukan Pakistan Tewaskan Lebih dari 900 Gerilyawan

Islamabad, (Antara/AFP) - Militer Pakistan Pakistan Rabu mengatakan pihaknya telah menewaskan lebih dari 900 gerilyawan dan kehilangan 82 tentara sejak dimulainya satu operasi besar-besaran terhadap Taliban di daerah barat laut negara itu Juni. Militer memulai operasi untuk membersihkan pangkalan-pangkalan pemberontak dari distrik Waziristan, di perbatasan Afghanistan, setelah satu serangan berdarah di bandara Karachi yang membuat terhentinya perundingan perdamaian dengan pihak gerilyawan. Serangan-serangan udara, artileri, mortir dan pasukan darat semuanya telah dilakukan untuk merebut kembali daerah di Waziristan Utara, yang menjadi tempat persembunyian bagi para petempur kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok-kelompok teror lainnya. Militer mengatakan kota-kota besar Miranshah dan Mir Ali kini telah dibebaskan dari pemberontak, bersama dengan satu jalan raya penting sepanjang 90km menuju Waziristan Utara. "Sejak awal operasi itu, 910 gerilyawan tewas, 82 tentara gugur di seluruh negara itu ketika bertempur melawan terorisme dan 269 orang cedera," kata militer dalam satu pernyataan. Jumlah itu termasuk 42 gerilyawan yang tewas di luar daerah-daerah suku di lebih dari 2.000 orang dari apa yang militer sebut "operasi-operasi terkoordinasi dipimpin intelijen" untuk mencegah serangan teror balasan di daerah-daer lain negara itu. Angka terbaru itu merupakan peningkatan penting dari angka yang dicatat AFP berdasarkan data terbaru militer, yang mencatat 632 gerilyawan tewas sampai 30 Agustus dan 29 tentara. Seorang pejabat keamanan mengatakan perbedaan itu meningkat karena operasi darat di sekitar Mir Ali dalam pekan-pekan belakangan ini telah mengakibatkan jumlah korban banyak. Zona konflik itu terlarag bagi wartawan, jadi tidak mungkin untuk memverifiasi secara independen mengenai jumlah dan identitas mereka yang tewas. "Sejauh ini, pasukan keamanan telah membebaskan kota-kota Miranshah, Miralai, Datta Khel, Boya dan Degan di Waziristan Utara, yang dianggap pangkalan-pangalan teroris," kata pernyataan militer. Washington mendesak Islamabad selama bertahun-tahun untuk bertindak membersihkan pangkalan-pangkalan di Waziristan Utara ,yang gerilyawan gunakan untuk menyerang pasukan NATO di Afghanistan. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
