Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Rebut Bandar Udara Tripoli, Libya

Minggu, 24 Agustus 2014 11:13 WIB
Image Print

Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Koalisi gerilyawan fanatik di Libya, Fajar Libya, pada Sabtu (23/8) mengatakan mereka telah merebut Bandar Udara Interasional Tripoli, kubu penting bagi milisi pro-sekuler Zintan. Dalam tayangan Stasiun TV lokal An-Nabaa memperlihatkan sebagian petempur milisi itu berdiri di dekat pesawat sipil yang terbakar di tarmac dan gedung yang rusak. Pada Sabtu pagi, koalisi tersebut menyatakan pasukan mereka bergerak maju ke arah bandar udara dan sudah menguasai beberapa jalan di dekatnya. Pengumuman tersebut, jika benar, berarti milisi pro-sekuler dari Kota Zintan di Libya Barat akan mengalami kemunduran besar dan dapat dihalau dari Ibu Kota Libya, Tripoli. Namun beberapa pengulas mengatakan milisi Zintan mungkin akan berusaha melakukan pembalasan dalam beberapa hari ke depan, dan mengatakan amunisi sudah dikirim ke Tripoli, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang. Bandar udara Tripoli, yang strategis, telah dikuasai kelompok milisi Zintan sejak kerusuhan 2011, yang menggulingkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Tapi sejak 13 Juli, petempur milisi Fajar Libya telah melancarkan serangan untuk merebutnya. Bentrokan mematikan antara kedua pihak di Tripoli saja telah menewaskan sedikitnya 102 orang dan melukai 452 orang lagi, sementara zona pertempuran telah meluas.i ke kota besar lain termasuk Benghazi, Gharyan dan Zawiya. Media setempat melaporkan konflik tersebut sudah berubah menjadi perang saudara berskala luas. Misi Pendukung PBB di Libya pada Sabtu menyatakan akan terus menjadi penengah antara kelompok yang bersaing, meskipun upaya sebelumnya untuk mengakhiri bentrokan telah gagal. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026