Logo Header Antaranews Sumbar

Filipina akan Terus Repatriasi Warganya dari Libya

Minggu, 17 Agustus 2014 19:01 WIB
Image Print

Manila, (Antara/AFP) - Filipina akan bekerja untuk memulangkan ribuan warga negaranya dari Libya setelah lebih dari 700 diangkut dan diselamatkan ke satu kapal carteran, kata istana presiden, Minggu. Juru bicara Presiden Benigno Aquino, Herminio Coloma, mengatakan "komitmen pemerintah adalah terus bekerja untuk menyelamatkan semua orang Filipina dalam situasi berbahaya di negara lain". Filipina memerintahkan "evakuasi wajib" dari Libya pada Juli dalam menghadapi kekerasan yang meningkat antara kelompok-kelompok milisi yang bersaing. Pemenggalan kepala seorang pekerja konstruksi dan geng-perkosaan terhadap perawat Filipina di Tripoli bulan lalu mendapat sorotan bahaya. Coloma mengatakan, total 2.727 warga Filipina telah kembali dari Libya setelah 766 pekarja dievakuasi dengan kapal carteran dan kemudian diterbangkan pulang pada akhir pekan. Namun para pejabat mengatakan, sekitar 10.000 orang Filipina masih ada di negara itu meskipun peringatan pemerintah mungkin tidak dapat mengirim kapal penyelamat lain. Juru bicara Departemen Luar Negeri Charles Jose mengatakan dalam satu pernyataan bahwa "repatriasi akan terus dilakukan. Kami membawa kembali setiap warga Filipina yang menginginkan untuk dievakuasi." Dia tidak mengatakan bagaimana orang lain akan dievakuasi, namun para pejabat sebelumnya telah mengatakan jalan darat ke Tunisia masih terbuka. Meskipun terdapat peringatan, banyak pekerja Filipina menolak untuk pulang, takut mereka mungkin tidak dapat menemukan pekerjaan yang baik di dalam negeri. Banyak dari mereka adalah tenaga medis, yang membentuk tulang punggung staf rumah sakit Libya, yang sedang menawarkan insentif keuangan untuk tetap tinggal. Sekitar 10 juta warga Filipina bekerja di berbagai sektor pekerjaan di seluruh dunia untuk mendapatkan gaji jauh lebih tinggi daripada yang mereka bisa dapatkan di dalam negeri. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026