Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga Cedera Dalam Serangan Granat di Filipina Selatan

Sabtu, 16 Agustus 2014 21:09 WIB
Image Print

Cotabato, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Tiga orang, termasuk seorang tentara dan seorang polisi, terluka dalam serangan granat oleh tersangka pemberontak sayap kiri di Provinsi Cotabato Selatan, Filipina selatan, Jumat pagi, kata polisi. Para pemberontak yang tergabung dalam Tentara Rakyat Baru (NPA) melemparkan granat ke dalam detasemen mereka pada pukul 04.30 waktu setempat, kata Inspektur Polisi John Fredo Primacio, komandan pertama Pleton Manuver Kompi Keamanan Umum Provinsi, mengatakan dalam satu program radio setempat. Insiden ini menyebabkan cedera petugas polisi Norberto Lanaria, istrinya Hydee, dan Kopral Florante Basco dari Batalyon Infanteri ke-27. "Kami mendengar sepeda motor melesat beberapa detik setelah ledakan. Mereka yang terluka sekarang aman," kata Primacio. Dia menyalahkan pemberontak NPA atas serangan itu, dan mengatakan mereka telah memiliki laporan intelijen bahwa gerilyawan akan meluncurkan serangan terhadap mereka. NPA, sayap bersenjata Partai Komunis Filipina, telah melancarkan kampanye gerilya di pedesaan selama lebih dari empat dekade. Pihak militer militer memperkirakan NPA didukung lebih dari 4.000 gerilyawan yang tersebar di lebih dari 60 front gerilya di seluruh negeri. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026