
Pemkab Diminta Perbaiki Jalan Menuju Dua Nagari

Painan, (ANTARA) - Warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meminta perhatian pemerintah kabupaten untuk memperbaiki jalan kabupaten menuju dua nagari atau desa adat di Kecamatan IV Jurai yang terancam putus. Damyursal (52) warga Painan, Rabu mengatakan, sebagian besar badan jalan kabupaten di Nagari Koto Rawang itu saat ini sudah ambruk ke sungai. Meski masih bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat namun membutuhkan ke hati hatian pengemudi untuk terhindar dari bahaya. Kondisi miris jalan negara itu terdapat pada dua titik yang jaraknya berdekatan di nagari itu. Masing-masing titik tersebut terdapat panjang jalan terban sekitar 4-6 meter dan kini terancam putus karena arus sungai terus menggerus tebing jalan itu. Parahnya saat musim hujan, arus sungai semakin ganas mengikis tebing itu. Kondisi itu sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk segera memperbaiki karena jika tidak dilakukan sesegeranya, dua nagari yang dihuni sekitar 5.000 jiwa masyarakat itu akan mengalami terisolasi akibat putusnya badan jalan. Menurut ia, perbaikan itu dapat dilakukan dengan memasang dam pengaman pada tebing atau beronjong di sisi jalan sepanjang alur sungai yang terancam terban. "Kini kondisi jalan itu sudah semakin parah karena sebagian badan jalan ambruk masuk sungai. Jika kondisi itu masih dibiarkan maka dua nagari yang berada di kecamatan ini akan mengalami terisolasi karena jalan itu putus, " ujar dia. Dua nagari yang terancam terisolasi jika badan jalan kabupaten itu putus yakni Salido Sari Bulan dan Koto Rawang Salido. Jalan itu hanya satu satunya akses transportasi darat bagi masyarakat dua nagari itu. Tidak saja menyulitkan warga yang tinggal di dua nagari itu untuk keluar dan masuk dalam beraktivitas sehari hari bila badan jalan tersebut putus, namun akses transportasi bagi anak sekolah juga akan terputus untuk mereka ke sekolah di Painan. "Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian warga ke dua nagari ini, karena jalan ini hanya satu satunya yang bisa dilewati untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Begitu juga bagi anak sekolah dari nagari itu, " kata ia. Dua nagari itu dihuni masyarakat yang bekerja mayoritas sebagai petani. Lahan pertanian sawah di nagari itu sekitar 750 hektar. Sedangkan lahan perkebunan terdapat sekitar 2 ribuan hektar yang terdiri dari lahan karet, nilam dan durian. (*/jun/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
