
Korut Peringatkan Korsel Mengenai Pelatihan dengan AS

Seoul, (Antara/AFP) - Korea Utara, Kamis, memperingatkan Korea Selatan bahwa kegagalan membatalkan pelatihan militer mendatang dengan Amerika Serikat akan mendorong kedua pihak "berperang". Dalam pernyataan panjang tanpa tanggapan langsung atas tawaran perundingan tingkat tinggi Seoul baru-baru ini, Komite Reunifikasi Korea (CPRK), yang menangani hubungan lintas perbatasan, mengeluarkan daftar panjang tindakan Korsel, yang harus dilaksanakan jika benar-benar tulus mengenai peningkatan hubungan. Latihan bersama militer yang dijadwalkan mulai Senin ini "harus dibatalkan tanpa syarat", kata pernyataan itu, dan menambahkan bahwa kegagalan untuk melakukan hal ini akan mendorong "Semenanjung Korea ke arah perang dan meningkatkan bahaya perang nuklir". Latihan tahunan Ulchi-Freedom Guardian, yang ditujukan untuk pengujian kesiapan tempur Invasi Korea Utara itu dijadwalkan dimulai 18 Agustus. Meskipun sebagian besar dimainkan di atas komputer, namun melibatkan puluhan ribu tentara Korea Selatan dan pasukan AS. Kemarahan Pyongyang atas pelatihan ini tampaknya cenderung mendorong beberapa perpanjangan pameran kekuatan senjata saat kunjungan Paus Franciskus ke Korea Selatan, yang tiba di Seoul pada Kamis untuk lima hari. Paus akan melakukan misa khusus untuk rekonsiliasi antar-Korea pada hari yang sama saat latihan Ulchi Freedom dimulai. "Dominasi dan campur tangan AS di Semenanjung Korea harus dihentikan," kata CPRK, yang menuntut penarikan semua pasukan AS dari Korea Selatan. Pernyataan itu dimuat oleh kantor berita resmi Korut KCNA menjelang peringatan ulang tahun ke-69 pembebasan semenanjung Korea dari penguasaan Jepang, Jumat. Pada awal pekan ini, Korea Selatan mengusulkan penyelenggaraan putaran baru pembicaraan tingkat tinggi dengan Korut guna membahas reuni lain bagi keluarga-keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-53. Tetapi CPRK tidak memberikan respon langsung, meskipun pihaknya mencatat bahwa pihak berwenang Korsel harus menunjukkan keinginan mereka untuk memperbaiki hubungan-hubungan "melalui praktek tindakan mereka, bukan omong belaka". Kementerian Unifikasi Seoul, yang menangani urusan lintas batas di sisi Selatan, telah mengusulkan satu pertemuan di desa perbatasan Panmunjom pada 19 Agustus. Sebuah putaran awal pembicaraan pada Februari telah ditandai kontak pejabat tingkat tertinggi antara kedua Korea selama tujuh tahun, dan menyebabkan reuni satu keluarga pada bulan yang sama kemudian. Tetapi sejak itu ketegangan-ketegangan meningkat, dengan Korut melakukan serangkaian uji rudal setelah Korsel melakukan pelatihan militer bersama lainnya yang melibatkan pasukan AS. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
