
Seribu IKM Alas Kaki Siap Hadapi MEA

Jakarta, (Antara) - Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saedah memperkirakan ada lebih dari seribu IKM yang bergerak di sektor alas kaki yang siap mengekspor hasil produknya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Ada lebih dari seribuan IKM yang siap mengisi pasar ASEAN," kata Euis di Jakarta, Selasa. Industri-industri alas kaki tersebut terutama IKM di Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Menurut dia, produk alas kaki Tanah Air tersebut akan menyasar ke seluruh negara ASEAN terutama Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. "Target kita Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam. Negara-negara tersebut potensial untuk kita masuki. Mereka belum menjadi pesaing utama. Kalau Thailand dan Malaysia sudah mulai kuat. Sementara Singapura meski tidak membuat tapi Singapura itu hub (penghubung) produk-produk negara ASEAN," katanya. Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) terus berupaya meningkatkan kapasitas para pelaku usaha industri alas kaki. Upaya tersebut diantaranya BPIPI telah melakukan penguatan kelembagaan dengan menerapkan ISO 9001 - 2008 dan ISO 17025 - 2005 dan adanya laboratorium BPIPI untuk pengujian SNI wajib nasional. Selain itu BPIPI bekerja sama dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) akan segera mengoperasikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di BPIPI. Euis menambahkan BPIPI akan tetap memantau perkembangan 7.200 alumninya. Berbagai pelatihan pun diberikan kepada para alumni untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka. Pihaknya menambahkan idealnya BPIPI memiliki beberapa cabang, tidak hanya satu yang saat ini adalah balai di Sidoarjo, Jawa Timur saja, tetapi juga harus ada di beberapa kota lain. Hal ini menurut dia penting untuk menghasilkan lebih banyak pelaku usaha IKM alas kaki yang berdaya saing. "Saya kira penting untuk memiliki cabang BPIPI di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah atau di luar Jawa. Cabang-cabang tersebut harus memiliki standar yang sama dan sebagai pusat inovasi industri alas kaki," kata dia. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
