
SBY Harapkan Cipta Seni Nasional Terus Berlanjut

Cianjur, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan Lomba Cipta Seni Nasional yang merupakan ajang tahunan di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, dapat terus dilanjutkan oleh pemerintahan mendatang. "Kita berharap kegiatan yang baik seperti ini dilanjutkan presiden mendatang pengganti saya," kata Presiden Yudhoyono saat menutup acara Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional ke-9 di Istana Cipanas, Sabtu. Presiden menuturkan, pentingnya ajang perlombaan tingkat nasional itu untuk terus berlanjut karena dapat mengembangkan bakat-bakat seni yang terdapat di berbagai daerah pada tahun-tahun mendatang. SBY mengungkapkan, begitu sudah ditetapkan siapa presiden terpilih periode 2014-2019, maka dirinya akan berbicara dengan beliau guna mengutarakan harapannya agar kegiatan baik seperti lomba tersebut tetap dilaksanakan ke depannya. Ia mengingatkan, dunia politik dan bisnis kerap menimbulkan jarak yang dapat berdampak kepada pertentangan dan perselisihan antarsesama anak bangsa. Hal itu dinilai juga bisa berdampak pada pudarnya kedamaian dan kehalusan budi yang sebenarnya dapat ditemui di seni dan budaya. "Good community (masyarakat yang baik) memerlukan masyarakat yang halus budinya sehingga kehidupan menjadi selaras, serasi dan seimbang," katanya. Untuk itu, ujar dia, menjadi tugas moral bagi kita semua untuk mengembangkan seni dan budaya dengan tujuan membuat kehidupan Indonesia menjadi lebih selaras, serasi, dan seimbang. SBY juga menuturkan kisah saat dirinya bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dalam krisis Balkan tahun 1995-1996, dirinya pernah memasuki toko buku kecil di Zagreb, Kroasia, dan menemukan buku kecil berbahasa Inggris berjudul "Educating Hearts and Minds". Dalam buku yang menginspirasikan SBY itu, disebutkan bahwa kesenian seperti seni musik bermanfaat untuk menghaluskan budi kasih sayang dan kerukunan manusia sejagat. "Mari selamatkan bangsa ini dengan menempatkan seni dan budaya di tempatnya yang terhormat," katanya. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
