Logo Header Antaranews Sumbar

Sumsel 2020 Targetkan Kurangi 10,16 Persen Karbon Dioksida

Selasa, 11 Desember 2012 20:05 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA) - Pemprov Sumatera Selatan tahun 2020 menargetkan mengurangi 10,16 persen karbon dioksida dari total yang berhasil diinventarisir sebanyak 3,5 miliar ton equivalen per tahun. "Kami telah menginventarisir gas rumah kaca atau karbon dioksida sesuai dengan rencana aksi daerah yang tercantum dalam Peraturan Gubernur No 34 Tahun 2012," kata Hadenli Ugihan dari Badan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan ketika menjadi narasumber pada Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim diselenggarakan Lembaga Pers Dr.Soetomo di Palembang, Selasa. Menurut dia, pengurangan karbon dioksida atau CO2 tersebut sebagai salah satu program untuk mengurangi dampak perumbahan iklim yang kini kian mengganas. Ada tujuh sektor yang menjadi sasaran pengurangan CO2, seperti pertanian, kehutanan dan energi. Ia mengatakan, Sumatera Selatan termasuk salah satu dari delapan provinsi yang telah melaksanakan rencana aksi daerah pengurangan gas rumah kaca. Sumsel juga menjadi daerah percontohan penerapan penurunan gas emisi karbon atau REDD+. Dia menjelaskan, REDD+ merupakan program pemerintah untuk mengurangi CO2 dan mendapat insentif dari negara maju sesuai dengan kesepakatan Protokol Kyoto. Sumsel menjadi daerah yang berkomitmen untuk melaksanakan program mengurangi emisi gas rumah kaca. Dia menambahkan, pihaknya membagi tiga zona program REDD+ yaitu hulu Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Pagar Alam, Musirawas, Lubuklinggau, Lahat dan Empat Lawang. Zona tengah adalah OKU, Muaraenim, OKU Timur, Prabumulih dan Hilir Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Ilir dan Kota Palembang. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026