
PM Ukraina Yatsenyuk Umumkan Mundur

Kiev, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengumumkan pengunduran dirinya Kamis setelah runtuhnya koalisi parlemen berkuasa Pilihan Eropa. "Jika tidak ada koalisi baru terbentuk dan koalisi yang ada di republik kepresidenan-parlementer telah runtuh, pemerintah dan perdana menteri harus mengundurkan diri. Saya mengumumkan pengunduran diri saya karena runtuhnya koalisi," katanya. Yatsenyuk juga menyatakan kekecewaannya dengan keputusan parliament Ukraina untuk menolak RUU yang memungkinkan pemerintah menyerahkan hingga 49 persen dari sistem transportasi gas negara kepada investor dari Uni Eropa dan Amerika Serikat. Ketua Parlemen Oleksandr Turchynov mengatakan, faksi-faksi parlemen dari Partai Svoboda dan Udar mengajukan pencalonan perdana menteri sementara. Menurut konstitusi Ukraina, pengunduran diri Perdana Menteri memerlukan pengunduran diri seluruh Kabinet. Menteri Kabinet dibubarkan oleh Verkhovna Rada (parlemen Ukraina), namun akan terus berfungsi sampai pemerintah baru terbentuk. Sebelumnya pada Kamis, Partai Svoboda dan Udar Ukraina mengumumkan fraksinya di parlemen mundur dari koalisi mayoritas, membuka jalan bagi pembubaran parlemen. Koalisi mayoritas di parlemen Ukraina, dibuat setelah kudeta Februari, memiliki 256 anggota, sebagian besar dari mereka mewakili partai oposisi mantan Batkyvshchina, Udar dan Svoboda. Dengan pengunduran diri dari koalisi, jumlah mereka turun di bawah ambang batas konstitusional 226 anggota, memberikan presiden kekuasaan hukum untuk membubarkan parlemen dalam satu bulan. Verkhovna Rada menunjuk Arseniy Yatsenyuk sebagai Perdana Menteri Ukraina baru pada 27 Februari, setelah Presiden Viktor Yanukovych digulingkan dari kekuasaan pasca-kudeta militer. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
