
Menteri Pertahanan Irak Menuju Moskow Minta Bantuan Peralatan Militer

Baghdad, (Antara/AFP) - Menteri Pertahanan Irak, Saadun al-Dulaimi, Rabu terbang ke Moskow untuk meminta rekannya peralatan militer, ketika pasukannya sedang berjuang untuk menahan serangan gerilyawan Sunni yang dipimpin jihad, kata seorang juru bicara. "Menteri Pertahanan Saadun al-Dulaimi meninggalkan Baghdad untuk ke Moskow," kata Staf Letnan Jenderal Mohammed al-Askari kepada AFP. Dia mengatakan, menteri pertahanan membawa surat dari Perdana Menteri Nuri al-Maliki kepada Presiden Rusia Vladimir Putin "menjelaskan keamanan dan situasi politik di Irak serta kebutuhan-kebutuhan untuk memperkuat kerja sama militer ". "Dulaimi akan bertemu dengan menteri pertahanan Rusia dan para pejabat lainnya untuk mendesak mereka memberikan Irak dengan senjata, peralatan dan pesawat-pesawat militer modern," Kata Askari. Meskipun miliaran dolar dihabiskan untuk pelatihan dan peralatan oleh Amerika Serikat selama pendudukan delapan tahun, tentara Irak yang berkekuatan sejuta benar-benar dilipat ketika gerilyawan menyerang bulan lalu. Dalam hitungan hari, kelompok jihad Negara Islam dan faksi-faksi Sunni sekutunya menaklukkan kota kedua Irak Mosul dan sebagian besar wilayah utara serta barat. Lini depan sejak stabil dan Baghdad telah menerima bantuan intelijen dari Washington selain pesawat-pesawat tempur Sukhoi dari Rusia dan Iran. Milisi Syiah yang memiliki hubungan dengan Teheran juga telah bergabung dengan angkatan bersenjata di medan perang, dalam beberapa kasus bahkan memimpin. Tetapi Baghdad belum mengklaim kemenangan yang signifikan atas kelompok jihad dan pemerintah telah mengeluhkan bahwa permintaan untuk bantuan asing akan diabaikan. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
