Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Setujui Pinjaman Kabel Sumatera-Jawa

Selasa, 22 Juli 2014 14:58 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Pemerintah sudah menyetujui sisa pinjaman luar negeri senilai 929 juta dolar AS untuk proyek kabel transmisi bawah laut yang menghubungkan Sumatera Selatan hingga Jawa Barat. "Pendanaan sudah disetujui, sekarang dalam proses blue book," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman di Jakarta, Selasa. Menurut Jarman, setelah proses pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) tersebut selesai, PT PLN (Persero) bisa segera melanjutkan lelang proyek kabel tersebut. Total pinjaman yang dikucurkan JICA untuk proyek transmisi memakai teknologi tegangan tinggi 500 kV dengan arus searah (high voltage direct current/HVDC) adalah sebesar 2,13 miliar dolar AS. Sebanyak 1,19 miliar dolar di antaranya sudah disetujui pemerintah. Sedang, sisanya 929 juta dolar akhirnya juga disetujui pemerintah. Pinjaman JICA bertenor 30 tahun, masa tenggang 10 tahun dengan bunga 0,3 persen per tahun. Demikian pula, lanjut Jarman, PLN bisa melanjutkan tender proyek PLTU mulut tambang yakni Sumsel 9 dan Sumsel 10. Sebelumnya, proyek Sumsel 9 dan 10 serta PLTU mulut tambang lainnya yakni Sumsel 8 yang sudah ditetapkan pemenangnya, PT Bukit Asam Tbk masih menunggu kepastian pendanaan HVDC. PLN telah menggelar tender prakualifikasi proyek HVDC Sumatera-Jawa dengan meloloskan lima perusahaan yakni Siemens (Jerman), Hitachi (Jepang), Toshiba (Jepang), konsorsium ABB (Swiss)-Marubeni (Jepang), dan konsorsium Alstom (Perancis)-PT Wijaya Karya. Proyek HVDC itu akan mengalirkan listrik dari PLTU Sumsel 8, 9, dan 10 dengan daya total 3.000 ke Jawa. PLN menargetkan konstruksi proyek HVDC bisa dimulai awal 2015 dengan rencana operasi 2018. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026