
Pejabat Kurdi: Serangan Udara Irak Bunuh Seorang Bocah

Bagdad, (Antara/Reuters/AFP) - Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun terbunuh dan delapan warga lain cedera akibat serangan udara Irak atas kota yang dikuasai suku Kurdi di Provinsi Salahuddin, Irak utara, kata perwira pasukan keamanan Kurdi. Jabbar Yawar, sekretaris jenderal pejuang Peshmerga Kurdi, kepada kantor berita Reuters mengatakan serangan tersebut terjadi pada Ahad ketika pesawat dan helikopter militer menyasar kelompok bangunan permukiman warga di jantung kota Tuz Khurmato. Pasukan pemerintah Irak memerangi para pejuang pengikut Sunni yang dipimpin kelompok Negara Islam (IS) di kawasan itu. Pemerintah pimpinan Syiah di Baghdad menyatakan pihaknya akan "menjelaskan" rincian insiden itu pada taklimat Senin. Penguasaan cepat oleh para militan atas sejumlah kawasan luas di bagian barat dan utara Irak selama sebulan telah membuat masyarakat internasional terkejut dan mengkhawatirkan kemungkinan disintegrasi Irak. Suku Kurdi, yang memerintah kawasan otonomi di bagian utara Irak, telah mengambil keuntungan dari krisis itu untuk memperluas wilayah mereka sebanyak 40 persen, termasuk ladang-ladang minyak dan kota Kirkuk, yang mereka klaim sebagai ibu kota nasional mereka. Tuz Khurmanto, yang terletak 88 kilomter sebelah selatan Kirkuk juga dikuasai oleh pasukan Peshmerga bulan lalu setelah tentara Irak mundur sebelum ofensif para militan. Sejak itu para pemberontak telah bentrok dengan Peshmerga dan milisi Turki di kawasan Tuz Khurmanto. Situasi keamanan di seantero Irak masih sangat tegang. Serangan granat di belahan barat Baghdad menewaskan seorang jenderal, yang mengepalai divisi 6 tentara Irak, Senin, kata juru bicara Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki. "Mayor Jenderal Najm Abdullah Sudan terbunuh oleh granat musuh di Ibrahim bin Ali," kata Letnan Jenderal Qassem Atta kepada kantor berita AFP melalui pesan singkat. Ibrahim bin Ali terletak di Abu Ghraib, tepat di barat Baghdad, tempat pasukannya terkurung selama sebulan ini oleh kelompok gerilyawan yang menguasai kota Fallujah. Pemerinth kehilangan kendali atas Fallujah dan daerah di sekitar Ramadi pada Januari lalu dan pasukan Irak berjuang keras merebut kembali kota-kota itu. Belum lama ini kelompok jihad menyapu empat provinsi lain di utara Baghdad dan menyebabkan ratusan ribu orang tercerai berai sehingga menjadi perhatian dan kewaspadaan masyarakat internasional. Keadaan tersebut menambah beban tekanan bagi Maliki yang akan maju untuk masa jabatan ketiga sebagai perdana menteri. Pada Minggu malam, lima orang meninggal dan 16 orang lainnya cedera dalam ledakan bom di satu kafe di distrik Washash, di bagian baratdaya Baghdad, kata polisi dan pejabat medis. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
