Logo Header Antaranews Sumbar

Dahlan Minta Hutama Karya Beroperasi sebagai Investor

Rabu, 2 Juli 2014 20:09 WIB
Image Print
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta direksi PT Hutama Karya (Persero) untuk mengubah pola pikir perusahaan tidak lagi sebagai kontraktor tetapi sebagai investor agar dapat menyelesaikan proyek-proyek yang ditangani dengan lancar dan berhasil. "Pemerintah sudah pasti tidak menyetujui suntikan dana berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Hutama Karya. Karena itu mereka harus selalu mencari terobosan untuk membiayai proyek Jalan Tol Trans Sumatera," kata Dahlan usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu. Menurut Dahlan, hingga kini Hutama Karya sebagai pihak yang membangun proyek jalan tol sepanjang 2.700 kilometer di Pulau Sumatera tersebut masih merengek untuk mendapat PMN sebesar Rp3 triliun dari APBN. Dari puluhan ruas tol Trans Sumatera, Hutama Karya sedang membidik 4 ruas diantaranya, yaitu Medan-Binjai sepanjang 16,8 km, ruas Pekanbaru-Dumai 135 km, ruas Palembang-Inderalaya 22 km dan Bakauheni Lampung sampai Terbanggi Besar 150 km. Dahlan menjelaskan, sikap yang terus meminta bantuan pemerintah tersebut sangat tidak mendidik. "Memang 4 ruas tol itu tidak visibel secara bisnis tapi saya minta bahwa HK untuk berpikiran bisnis sebagai investor, jangan lagi Hutama Karya selalu berpikiran sebagai kontraktor. Jadi pengusaha itu jangan minta-minta," tegas Dahlan. Untuk itu, ujarnya, Hutama Karya dalam kegiatan dan operasional harus bertransformasi dari perusahaan kontraktor menjadi perusahaan investasi yang di dalamnya ada unsur kontraktornya. Dahlan memberi semacam simulasi, jika Hutama Karya hanya punya uang Rp100 miliar, sementara total pembiayaan dibutuhkan Rp850 miliar. "Yang dikerjakan Hutama Karya misalnya proyek pemerintah, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) misalnya memberi pinjaman Rp400 miliar, maka kekurangannya sebesar Rp350 miliar dapat diperoleh dari pinjaman bank. Jalan kan? Mudah kan? Tapi kalau berpikiran sebagai kontraktor akan sulit karena harus ada dana hingga Rp1 triliun," ujarnya. Dahlan pun memberi contoh, BUMN Karya yang sudah cukup berhasil mengubah pola pikir tidak hanya sekedar kontraktor adalah Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita, Wijaya Karya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026