Logo Header Antaranews Sumbar

AS Batalkan Visa Biksu Garis Keras Srilanka

Selasa, 1 Juli 2014 06:50 WIB
Image Print

Kolombo, (Antara/Reuters) - Amerika Serikat membatalkan visa biarawan Buddha Srilanka pemimpin kelompok garis keras, yang dituduh terlibat dalam kekerasan terhadap suku kecil Muslim Srilanka, kata pejabat kelompok itu Senin. Bentrokan meletus pada 15 Juni di Aluthgama dan Beruwela, dua kota berpenduduk besar Muslim di pantai selatan pulau itu, dalam pawai unjukrasa pimpinan kelompok garis keras Bodu Bala Sena (BBS) atau "Pasukan Kekuatan Buddha". Galagoda Aththe Gnanasara, biarawan Buddha dan sekretaris umum BBS, telah diberitahu tentang keputusan itu, kata pejabat tersebut. "Pejabat Kedutaan Besar Amerika Serikat memanggil biksu Gnanasara pada Jumat dan memberitahukan bahwa Departemen Luar Negeri menyampaikan kepadanya bahwa ia tidak dapat menggunakan visanya untuk masuk Amerika Serikat," kata juru bicara BBS Dilantha Vithanage kepada Reuters melalui telepon. Juru bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kolombo mengatakan pemerintah negara adidaya itu tidak akan menanggapi masalah visa perseorangan. Keputusan Departemen Luar Negeri itu keluar sesudah BBS pada Jumat menyatakan laman Facebook anggota kelompoknya, termasuk Gnanasara, ditutup. Banyak warga kota itu, yang dipadati wisatawan, menyatakan pegiat BBS membuat pernyataan panas terhadap Muslim dalam unjukrasa sebelum kekerasan tersebut terjadi. Sebagian besar dari pantai itu dikuasai masyarakat suku besar Buddha Srilanka Sinhala. Kelompok itu menyangkal terlibat dalam kejadian tersebut, tempat tiga orang tewas dan 75 lagi luka-luka. Kekerasan terhadap Muslim di Srilanka meningkat sejak 2012, sama seperti di Myanmar, yang mengalami lonjakan serangan oleh anggota masyarakat suku besar Buddha terhadap Muslim. Pemerintahan gabungan Presiden Mahinda Rajapaksa belum menindak BBS, meskipun diserukan partainya. Banyak pengulas mandiri menyatakan kekerasan tergalang baik terhadap Muslim dan Kristen tampaknya didukung diam-diam oleh negara, karena yang terlibat dalam serangan sebelumnya belum dihukum. Pemerintah menyangkal terjadi persekongkolan. Pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam menyerang desa Muslim di timurlaut dalam perang saudara sejak 1983 hingga 2009. Lebih dari 140 orang tewas dalam pembantaian terhadap Muslim pada 1990 dinyatakan dilakukan Macan, yang ditolak kelompok tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026