Logo Header Antaranews Sumbar

Menlu Polandia Kecam Hubungan dengan As Tak Berguna

Senin, 23 Juni 2014 06:13 WIB
Image Print

Warsawa, (Antara/AFP) - Satu majalah Polandia Minggu mengatakan pihaknya punya rekaman audio rahasia menteri luar negeri mengecam hubungan Warsawa dengan Amerika Serikat sebagai "tak berguna", bocoran terbaru dalam skandal penyadapan yang mengguncangpemerintah. Majalah berita Wprost memicu badai politik pekan lalu, ketikaaudio yang dirilis menunjukkan pemerintah telah membuat kesepakatan dengan bank sentral untuk meningkatkan anggaran dan menggalang dukungan politik. "Anda tahu aliansi Polandia-AS tidak berharga," kata Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, kepada diduga mantan menteri keuangan Jacek Rostowski di dalam rekaman terbaru. "Ini berbahaya bahkan, karena memberikan Polandia rasa aman palsu," katanya menambahkan menurut sebuah transkrip yang dipublikasikan di website Wprost itu. "Lengkap omong kosong! Kita akan masuk ke dalam konflik dengan Jerman, dengan Rusia, dan kami akan berpikir semuanya baik-baik saja karena kami memberikan Amerika blow job. Pengisap. Sepenuhnya Pengisap." Nama Sikorski telah datang sebagai kemungkinan pengganti Catherine Ashton, sebagai kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa yang berakhir tahun ini. Wprost mengatakan, pembicaraan berlangsung awal tahun ini pada satu restoran eksklusif di Warsawa, tetapi tidak mengatakan siapa yang merekam pembicaraan. Juru bicara pemerintah Malgorzata Kidawa-Blonska menolak untuk mengomentari aporan itu, mengatakan ia memilih untuk menunggu sampai transkrip penuh dirilis. Wprost mengatakan akan menyiarkannya pada Senin. Majalah ini pertama memicu krisis politik Ahad lalu ketika merilisaudio yang konon dari kepala bank sentral yang mengatakan, menteri dalam negeri akan mendukung kebijakan ekonomi pemerintah jika Rostowski - menteri keuangan - mengundurkan diri. Percakapan diduga terjadi di satu restoran Warsawa pada Juli 2013. Beberapa bulan kemudian, Rostowski meninggalkan pekerjaannya. Beberapa hari setelah Wprost diposting audio, agen pemerintah menyerbu kantornya dan mencoba untuk bergulat berebut laptop dari tangan kepala direktur redaksi yang mengangkat alarm di dalam dan di luar negeri atas kebebasan pers. Skandal itu mengganggu dan telah memicu krisis politik besar serta diserukan untuk dipertanyakan di sidang pemerintah kanan-tengah mendatang. Perdana Menteri Donald Tusk telah menolak seruan untuk keluar dari oposisi, namun telah mengambangkan kemungkinan pemilu dini sebelum dijadwalkan pemungutan suara pada akhir tahun depan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026