Logo Header Antaranews Sumbar

Kerry Diharapkan akan Segera Berkunjung ke Irak

Jumat, 20 Juni 2014 09:55 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry diharapkan akan melakukan perjalanan ke Irak "segera," kata sumber kongres Kamis. Tidak ada informasi lebih lanjut tentang kapan Kerry mungkin mengunjungi negara di tengah serangan gerilyawan itu. Presiden Barack Obama sebelumnya mengumumkan prakarsa baru diplomatik yang mengatakan ia akan mengirimkan diplomat tinggi AS pada akhir pekan ini untuk pembicaraan di Timur Tengah dan Eropa. Menlu Kerry mengeluarkan pernyataan, yang disiarkan Kamis, bahwa Washington berusaha membantu semua warga Irak, tidak hanya menopang Perdana Menteri Nuri al-Maliki. Sementara itu, pejuang terus melancarkan serangan untuk merebut lebih banyak kawasan. Dia juga berusaha menepis kekhawatiran bahwa Amerika Serikat berencana bekerja erat dengan bekas musuhnya Teheran di tengah-tengah ketakutan bahwa Irak bisa terjerumus ke perang saudara. "Ini bukan soal Maliki," kata Kerry kepada televisi BBC dalam wawancara yang sudah direkam Rabu, "Mari saya tekankan apa yang Amerika Serikat lakukan adalah tentang Irak, bukan Maliki." Selama beberapa bulan terakhir, Washington telah berulang-ulang menyatakan frustrasi dengan pemerintahan perdana menteri itu yang berasal dari aliran Syiah, mendesaknya untuk berbuat lebih banyak untuk menyelesaikan apa yang para pejabat AS sebut "keprihatinan sah" warga Irak yang beraliran Sunni dan juga Kurdi. "Tak ada keputusan presiden yang akan difokuskan khusus pada PM Maliki. Fokus pada rakyat Irak," kata Kerry. Presiden Barack Obama berkumpul bersama tim keamanan nasionalnya di gedung Putih Rabu malam sementara dia mempertimbangkan tindakan yang akan diambil untuk menghentikan gerak maju para anggota Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL). Tindakan-tindakan itu bisa berupa serangan udara atas konvoi para militan. Kerry juga berkomentar bahwa AS mempertimbangkan kerja sama militer dengan Iran dan Irak. Teheran adalah salah satu sekutu utama Maliki. "Apa yang saya katakan ialah kami tertarik berkomunikasi dengan Iran untuk menjelaskan bahwa pihak Iran tahu apa kami pikirkan dan kami tahu apa yang mereka pikirkan, dan ada pertukaran informasi sehingga orang-orang tidak membuat kesalahan," katanya. Seorang pejabat senior militer AS Rabu menyatakan Angkatan Udara AS sepenuhnya terlibat dalam upaya perencanaan untuk menyediakan pilihan bagi situasi di Irak, sementara gerilyawan ISIL bergerak ke arah Baghdad, ibu kota Irak, Angkatan Udara AS, katanya, juga siap menyediakan kemampuannya jika diperlukan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026