
Serangan Pesawat AS di Pakistan Tewaskan Setidaknya Lima Gerilyawan

Miranshah, Pakistan, (Antara/AFP) - Setidaknya lima gerilyawan tewas dalam dua serangan pesawat terpisah Amerika Serikat Rabu pagi di satu distrik barat laut di mana Pakistan pekan ini melancarkan serangan besar-besaran. Para pejabat lokal mengatakan enam rudal menghantam tiga pangkalan di desa Dargah Mandi, Wazirisan Utara, sekitar 10km barat kota utama Miranshah di satu daerah yang diperkirakan sebagai pangkalan bagi jaringan Haqqani yang punya hubungan dengan Al Qaida. "Pesawat-pesawat tanpa awak milik AS itu menembakkan enam rudal yang menghantam tiga pangkalan terpisah di dua desa, menewaskan setidaknya lima gerilyawan," kata seorang pejabat keamanan lokal di Miranshah kepada AFP. Identitas-identitas dari mereka yang tewas dalam serangan-serangan itu tidak jelas, kata pejabat itu. Serangan-serangan itu dilakukan selang hanya beberapa menita. Dua pesawat menembakkan empat rudal dalam serangan pertama, kemudian pesawat ketiga menembakkan dua rudal lagi dalam serangan kedua, kata pejabat itu. Seorang pejabat senior keamanan lainnya mengonfirmasikan serangan itu dan mengemukakan kepada AFP bahwa satu kendaraan yang diparkir di satu pangkalan juga kena serangan itu, dan menambahkan jumlah korban tewas mungkin meningkat. Washingon menangguhkan program serangan pesawat tanpa awaknya Desember untuk memberikan Islamabad waktu melakukan satu proses dialog dengan kelompok gerilyawan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang bertujuan mengakhiri pemberontakan tujuh tahun yang menewaskan ribuan orang. Akan tetapi proses prrdamaian yang mulai timbul kembali terganggu ketika Taliban melancarkan satu serangan di bandara Karachi 9 Juni yang menewaskan puluhan orang. AS memulai kembali program itu pekan lalu, beberapa hari setelah serangan di Karachi, dengan dua serangan di desa yang sama Dargah Mandi, menewaskan setidaknya 16 gerilyawan. Islamabad mengutuk serangan-serangan itu, kendatipun diduga kedua negara itu telah melakukan koordinasi setelah pengepungan Taliban, mencap aksi itu "satu pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah" Pakistan dalam satu pernyataan kantor kementerian luar negeri. Dokumen-dokumen yang bocor menunjukkan kuatnya kerja sama menyangkut serangan-serangan pesawat itu pda masa lalu, tetapi mereka kontroversial, dengan para pengeritik menuduh aksi-aksi itu mnimbulkan banyak korban sipil. Sejumlah 2.171 orang tewas akibat serangan-serangan pesawat itu sejak Agustus 2008, kata data AFP. Tentara Pakistan melancarkan serangan militer yang lama ditunggu -- satu tuntutan dari AS --Ahad, sepekan setelah serangan Karachi dengan mengerahkan pasukan, tank-tank dan jet-jet ke daerah itu untuk melumpuhkan Taliban dan gerilyawan lainnya. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mendesak pemimpin Afghanistan Hamid Karzai membantu menutup perbatasan di daerah suku yang bergunung antara kedua negara untuk mencegah gerilyawan melarikan diri dari serangan itu. Serangan udara Selasa pagi ditujukan ke tiga pangkalan Taliban di kota Mir Ali di wilayah Waziristan Utara, menewaskan 25 gerilyawan, kata pernyataan-pernyataan resmi, meningatkan jumlah gerlyawan yang tewas menjadi 201 orang. Angka itu tidak dapat dikonfirmasikan secara independen. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
